| | 1.207 kali dibaca

Merasa Dilecehkan Pemko, Warga Kampung Harapan Ancam Demo

Ustad Basyir (memegang golok) bersama tokoh masyarakat Kampung Harapan yang merasa di diskriminasikan oleh Pemko Batam.

Ustad Basyir (memegang golok) bersama tokoh masyarakat Kampung Harapan yang merasa di diskriminasikan oleh Pemko Batam.(foto by taherman,radarkepri.com).

Batam, Radar Kepri-Masyarakat kampung Harapan, kelurahan Sadai, kecamatan Bengkong kecewa dengan Pemerintah kota Batam. Warga berniat bertemu dengan walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan untuk mengadukan nasibnya yang digusur. Padahal warga memiliki dokumen ijin prinsip dan kesepakatan bersama antara 3 instansi, yaitu Pemko Batam, DPRD dan Badan Pengelola (BP) Batam.

Sawaludin salah seorang tokoh masyarakat Kampung Harapan dijumpai radarkepri.com di kantin Pemko Batam,Senin (08/10) mengatakan.”Kami mau menyampaikan dan mengadukan nasib kami ke Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan. Tapi pak walikota tak ada, begitu juga dengan wakil Walikota, Rudi SE yang enggan berjumpa kami, padahal dia (wawako) ada diruangannya.”sesal Sawaludin.

Sementara, ketika warga Tanjuang Uma yang melakukan hal yang sama, Rudi langsung turun ketengah-tengah masyarakat dan mengantarnya keBP Batam. Menuntut BP Batam untuk mereleasasikan permintaan dari masyarakat Tanjung Uma yang berisi tuntutan agar 180 hektar lahan Kampung Tua di area kawasan Tanjung Uma tidak boleh dialokasikan kepada pihak investor.”Apa bedanya kami dengan masyarakat Tanjung Uma, kalau mereka (warga Kampung Tua, red) diterima dan diberikan solusi. Padahal, kami memegang SKB dari BP Batam, Pemko Batam dan DPRD kota Batam. Disini kami melihat, ada diskrimisnasi yang dilakukan oleh pemerintah kota Batam terhadap warganya.”bebernya.

Sawaludin menegaskan.”Kami juga bisa menggelar aksi demo besar-besaran seperti warga Kampung Tua. Warga kampung Harapan memiliki lebih kurang 20 ribu jiwa, semuanya akan turun  melakukan aksi demo sebagaimana yang telah dilakukan oleh warga Tanjung Uma itu.”jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat kanpung harapan lainnya, Ustad Basir.”Kami sangat kecewa dengan Rudi SE, wakil Walikota Batam yang tidak mau kami jumpai. Dalam hal ini Rudi SE, terkesan pilih kasih terhadap warganya. Ini bisa dilihat ketika masyarakat Tanjung Uma demo. Rudi lansung turun bersama mereka, tapi tidak sama kami. Padahal kami tahu, Rudi SE ada diruangan kantornya. Pelecehan ini akan kami jawab dengan aksi demo yang lebih besar dari aksi demo yang dilakukan oleh Warga Tanjuang Uma kemarin. Bagi kami, kampung kami harga mati, tidak boleh siapapun menggusur kampung tersebut.”tegas ustad Basir.

Sementara itu, Wakil walikota Batam, Rudi SE di konfirmasi terhadap perlakuan diskriminasi terhadap warga Kampung Harapan melalui SMS via ponselnya menjawab.”Tadi pagi, tamu mau ke temu saya sangat banyak. Dan mereka tidak sabar antri saja, langsung pulang.”jawabnya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Rab 09 Okt 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek