| | 682 kali dibaca

Menteri Susi Akan Asuransikan Nelayan Natuna

Bupati Natuna saat memberikan sambutan ketika Menteri KKP datang.

Bupati Natuna saat memberikan sambutan ketika Menteri KKP datang.

 

Natuna, Radar Kepri-Bupati Natuna Drs. Hamid Rizal bersama Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti siap membela Nelayan tempatan Natuna untuk krsejateraan masyarakat nelayan kedepan.

“Selagi saya Bupati Kabupaten Natuna, saya tetap melindungi Masyarakat Nelayan di Natuna ini. “Kata Hamid dalam sambutanya, sebelum penandatangani MoU kesepakatan Kementerian KKP dan Pemerintah Kabupaten Natuna tentang Kerjasama di Sentra Kelauatan dan Perikanan di Selat lampar Kabupaten Natuna Kamis  (18/08) hari ini.

Hamid dihadapan Mentari KKP- RI dan Deputi Kementerian KKP Negara tetangga Vietnam, Ketua dan Wakil Ketua dan Anggota DPRD Natuna, FKPD, SKPD dan puluhan undangan masyarakat lainya juga menyampaikan.”Mari kita dukung apa yang sudah diprogramkan oleh ibu Menteri Susi Puji Astuti,  jangan sampai Bapak Bapak mau terprovokasi  oleh pihak pihak yang akan merugikan Bapak bapak semua.”Saran Hamid.

Apa yang dikuatirkan oleh para Nelayan tempatan terhadap zona tangkapan. hal tersebut, langsung dijawab oleh Menteri Susi.”Bapak bapak jangan kuatir semuanya itu sudah saya pikirkan. Persoalan zona tangkapan, untuk nelayan yang akan saya bawa dari Jawa itu zona tangkapnya 20(dua) mil keatas. Kapalnya nya itu gede Bapak-bapak. Bagaimana dia mau tangkap ikan di laut yang dangkal.”terangnya.

20 mil kebawah itu jatah zona tangkapan nelayan tepatan.”Kalau ada yang melanggar silakan laporkan ke saya. “Kata Susi.

Masih Menteri gaul itu menambahkan, juga berharap kepada nelayan.”Kita jaga laut kita dari cara cara menangkap ikan yang tidak sesuai dengan aturan seperti dengan cara mengingini bius dan sebagainya.”himbaunya.

Yang dapat merusak pertumbuhan ikan di laut ini.”Kalau bisa saya juga berharap  menangkap ikan dari 4 bibir pantai kecuali dengan cara memancing. Sebab ikan itu kawin dan bertelor dilaut yang dangkal empat mil kebawah itu. Kalau kita tangkap dengan pukat ikan nya akan rusak habis sebelum besar,  jadi lama lama ikan itu akan habis karena ia tidak dapat bertelor dan membesarkan anaknya.”terangnya.

Susi mengharapkan kepada ketua ketua kelompok nelayan agar segera mendata seluruh nelayan yang benar benar nelayan untuk diberi kartu nelayan.

Kegunaan kartu nelayan adalah akan do asuransikan semuanya.”Jadi para nelayan yang mendapat musibah mati dilaut dan di darat akan mendapat asuransi jiwa. Kalau mati dilaut mendapat asuransi sebesar Rp. 200(dua) ratus juta,  sedangkan yang mati di darat juga mendapat Rp. 150 juta,  begitu juga kecelakaan berat dan ringan juga akan mendapat uang asuransi sebagai enghargaan oleh pemerintah kepada masyarakat nelayan. “Jelas Susi.

Susi juga menawarkan kepada nelayan yang memiliki kapal nelayan kecil kecil seperti yang dioperasikan oleh nelayan tradisional sekarang ini untuk tukaran dengan Susi agar semunya ditukar dengan kapal berbahan Fiber. Hal itu disambut baik oleh masyarakat nelayan tepatan Natuna.

Akhir acara Menteri Susi Puji Astuti langsung meletakkan batu pertama tanda sudah dimulainya proyek  Sentra Kekuatan dan Perikanan di Natuna. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Jum 19 Agu 2016. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek