| | 1.559 kali dibaca

Mekanisme Pengawasan Penerimaan Bintara Polisi Diharapkan Transparan

Polda Kepri (30)

Kapolda Kepri, Brigjen (Pol) Endjang Sudjana menyapa para orang tua calon bintara Polri di Rupatama Polda Kepri, Selasa (22/04)

Batam, Radar Kepri-Jika ketahuan atau laporan masyarakat, ada oknum polisi yang menerima suap dengan iming-iming akan meloloskan siswa menjadi polisi. Polda Kepri, akan menindak tegas oknum polisi yang menerima uang dari orang tua siswa calon bintara Polisi, begitu juga yang memberi suap.

Penegasan ini disampaikan Kapolda Kepri, Brigjend (Pol) Endjang Sudrajad ketika dikonfirmasi Radar Kepri, Selasa (22/04) usai memberikan pengarahan pada ribuan calon siswa bintara Polisi di Mapolda Kepri.”Jika memang ada terbukti oknum yang mengunakan uang dalam hal ini, maka sanksinya jelas ada. Mulai dari sanksi adminsrasi dan sanksi moral. Jika ada pidananya, ya kita pidanakan. Begitu juga dengan yang memberi uang tersebut.”tegas Kapolda.

Kemudian Kapolda menyarankan kepada semua orang tua siswa yang ingin anaknya menjadi Polisi, harus mempersiapkan diri dengan segala hal contohnya. Seperti kesehatan dan mentalnya.”Maka dari itu, kita mengundang seluruh orang tua mereka kesini. Supaya bisa mempengaruhi anaknya dengan baik untuk menjadi polisi. Karena menjadi seorang polisi itu tidak gampang harus memenuhi syarat-syarat dan kriteria yang telah ditentukan.”jelas Endjang. Namun Kapolda Kepri, Endjang Sudrajad tidak menjelaskan bagaimana mekanisme pengawasan terhadap system penerimaan guna mengantisipasi adanya pungutan liar (pungli) terhadap orang tua siswa calon bintara polisi.

Warga Kepri berharap system penerimaan calon bintara polisi ini melibatkan pihak eksternal dalam hal pengawasan. Sehingga prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis dapat berjalan maksimal yang pada akhirnya menghasilkan anggota Polri yang profesional, bersih dan bermoral. Tentunya ,jika prinsip tersebut diatas berjalan maksimal akan berdampak pada pelayanan dengan perilaku mahir,terpuji dan patuh hukum akan terealisasi lebih cepat.

Sehingga, profesionalisme sumber daya manusia (SDM) yang menjadi kunci pokok keberhasilan reformasi di tubuh Polri tercapai sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat Indonesia dan Kepri khususnya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 23 Apr 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda