' '
| | 1.392 kali dibaca

Masyarakat Sarankan TNI Koordinasi Dengan Tokoh Natuna

Salah seorang prajurit TNI AD sedang mendappat perawatan medis.

Natuna, Radar Kepri-Musibah beruntun yang dialami pasukan TNI bertugas di Kabupaten Natuna memunculkan keprihatinan dari tokoh masyarakat dan sesepuh Natuna. Mereka menawarkan solusi yang diharapkan tidak menimbulkan tragedi serupa dikemudian hari.

Kejadian yang menimpa 10 orang prajurit terbaik TNI di Natuna pada hari Rabu,(17/05) sekitar pukul 11.21 Wib semalam menjadi pembicaraan hangat bagi masyarakat Natuna.

Entah iya-entah tidak, hanya Allah-lah yang tau atas semua musibah yang terjadi yang dialami para prajurit tetbaik indonesia tersebut.

Kejadian yang mengakibatkan 4 prajurit meninggal dan 6 luka luka itu. Banyak masyarakat tepatan yang mengait-ngaitkannya dengan mitos alam gaib di Natuna. Seperti, “Orang Bedung” ¬†makhluk alam gaib yang diyakini oleh masyarakat asli Natuna sejak turun temurun benar benar ada.

Sebernanya hal tersebut tidak ada masalah, asalkan manusia tidak mengganggu kelangsung hidup para habitatnya.

Apa kaitannya dengan kejadian tersebut..? Mungkin ada namun hal ini tidak pasti, ada sebagian prajuruit yang membuat makhluk itu merasa terganggu, atau mungkin ia tidak setuju acara PPRC yang akan dilaksanakan pada hari puncaknnya pada tanggal 19 hari jum’at (Hari besar umat islam beriadah) karena menurut keyakinan orang orang tempatan orang Bedung itu ada juga yang sholat jum’at.

Sehubungan lokasi latihan PPRC ini menurut keyakinan waga tempatan di wilayah Gunung Bedung dan sekitarnya, dimana gunung tersebut adalah merupakan kota besar orang Bedung (bunian).”Maka masyarakat tempatan meyakini kejadian yang menimpa 10 prajurit semalam ada kaitanya dengan makhluk tersebut. Yang ikut mengganggu jalannya latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat PPRC tersebut.”Kata Syamsinar Warga tempatan asli Ranai.

Solusinya agar kejadian ini tidak terus berulang ulang, para petinggi TNI itu, harus secepatnya berkoordinasi dengan para orang tua, sesepuh maun tokoh masyarakat di Ranai ini. Untuk membantu mengkoordinasikan dengan orang bedung tersebut.

“Masih ada para tokoh tokoh, orang tua tua kita yang bisa bekomunikasi dengan makhluk tetsebut.”ujarnya.

Terlepas percaya atau tidaknya.”Saya hanya memberi saran, sebab keberadaan orang Bedung di natuna sudah diyakini oleh para leluhur orang melayu sejak dahulu hingga sekarang” Sampai Syamsinar pada media ini di Ranai. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Kam 18 Mei 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek