' '
| | 5.223 kali dibaca

Masih Ada Pungli di Imigrasi

Boby Djayanto.

Boby Djayanto.

 

Tanjungpinang, Radar Kepri-Boby Jayanto kecewa dengan pelayan imigrasi Batam yang bertugas di Bandara Hang Nadim, Batam. Melalui email, Boby Jayanto selaku ketua Kadin Kota Tangjungpinang menuliskan kekecewaanya.

Berikut tulisan Boby Jayanto yang diterima radarkepri.com. Met malam kawan2 semuanya, saya mendapatkan kabar yang sangat memalukan negara dan bangsa kita karena ulah dari aparat pemerintah cq imigrasi yang bertugas di bandara Hang Nadim.

Kronoligisnya, pada 18 mei 2016 saya mengkordinasi kawan2 golfer dari luar negri terdiri dari china dan Malaysia Singapore berjumlah 31 orang. Tanggal 18 mei dari Singapore menuju pulau bintan lagoi pelabuhan ferry bentan Bandar telani di sambut oleh saya dan mengantar para tamu cek in di hotel bintan lagoon resort.

Setelah itu rombongan tamu main golf pertandingan persahabatan dgn golfer bintan dan tanjungpinang berjumlah 60 golfer di lapangan Ria Bintan walaupun udara tidak bersahabat. Permainan tetap dapat diselesaikan dengn baik dan pada malam hari bapak bupati menjamu para golfer untuk makan makan malam di lagoi bay restaurant idola malam kembali istirahat di hotel sedona.

Dilanjutkan Boby, pada 19 mei setelah sarapan rombongan golfer brkt menuju pulau batam dengan speed chateran menuju hotel planet holiday.  Setelah makan siang para golfer menuju ke lapangan golf sukajadi untuk charity tournament untuk membantu pengalangan dana pada yayasan tzi Chi untuk membangun gedung di batam yang di ikut golfer lokal berjumlah semuanya 80 orang. Pertandingan berjalan lancar dan sukses pada malam amal yang di selengarakan oleh kawan2 dari organisasi PSMTI Batam dan yayasan Tzu Chi acara malam.

Acara Amal juga berjalan sangat lancar dan sukses dihadiri oleh Eddy hussy ketua psmti kepri. Setelah selesai makan malam tamu golfer diantar kembali ke hotel planet.

Tanggal 20 Mei 2016, golfer dari china berangkat menuju spore melalui pelabuhan batam centre sisa sambilan golfer dari malaysia. Kita antar mereka ke bandara hang nadim dengan pesawat Malindo pukul 11.50 wib menuju Kuala Lumpur. Para tamu cek in di counter dengan lancar karen mereka membawa peralatan stick golf.

Setelah itu mereka 7 orfang menuju counter imigrasi untuk cek passport, 2 orang kebetulan sedang ke kamar kecil, sekembali dari toilet menuju counter tidak ditempat petugas imigrasi disana. Pada waktu itu jam menunjukan pukul 11.05 wib kedua tamu saya dari malaysia menanyakan pada agen Malindo. Dan katanya counter sudah tutup, tamu saya minta untuk diantar pada petugas yang sedang piket di ruangan kantornya.

Ternyata ada banyak penampung yang juga menginginkan agar passport mereka di cap berjumlah sekitar 8 org terdiri dari anak2 dan dewasa. Teman saya meminta agar petugas imigrasi tersebut bersedia membantu, tapi apa yang mereka dapat adalah perkataan kasar dan marah. 2 teman Boby  sempat berdebat sehinga membuat petugas imigrasi tersebut tersingung dan marah besar dengan kedua tamu saya dari malaysia serta membentak dengan suara keras, mengusir tamu saya keluar dari ruangannya mengancam tidak akan cap pasport mereka berdua. Sedangkan penumpang lainnya diberikan cap, untuk bisa boarding teman saya memberanikan diri menghadap petugas tersebut meminta maaf jikalau ada penyampaiannya yang tidak berkenan dengan kata kata yang disampaikan teman saya tadi, ternyata petugas tersebut punya mau nya yang pada ujung ujungnya bersedia.

Pasport mereka di cap dengan harus membayar penalty sebanyak rp 200 per orang kepada petugas tersebut dan di terima tanpa memberikan resit tanda terima resmi dari instansi imigrasi.

Setelah saya dilaporkan kejadian ini saya merasa sangat malu terhadap ulah oknum petugas imigrasi yg dapat merusak citra lembaga negara indonesia padahal di kepri telah diberikan pelabuhan bebas visa paling banyak dari seluruh Indonesia sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, agar setiap pintu kedatangan bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk wisatawan.

Namun apa yang terjadi di hang nadim telah merusak citra bangsa indonesia. Hal demikian apakah akan berlanjut terus dengan moral dan mental petugas yang di tempat kan di gerbang masuk ke daerah kunjungan wisata di kepri ?. Dan siapa yang akan memperbaiki moral murahan oknum perusak citra korp menkumham indonesia ? .Saya tidak berani membayangkan seandainya kejadian ini diserahkan secara luas di berbagai media di dalam dan luar negri.

Jangan gara gara nila setitik rusak susu sebelanga, harapan saya agar petugas yang bertugas khususnya yang berhadapan dengan wisatawan benar2 yang bermoral aklak membangun nama baik indonesia di dunia luar.

Demikian tulisan Bobby Jayanto kordinator charity golf kepri juga ketua kadin kota tanjungpinang ysng diterima media ini. Hingga berita ini dimuat, radarkepri.com belum berhasil menjumpai pihak imigrasi Batam, maupun yang bertugas di Bandara Hang Nadim guna konfirmasi dan klarifikasi terkait dugaan pungli ala petugas Imigrasi ini.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 22 Mei 2016. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda