'
| | 3.878 kali dibaca

Maling Gasak 11 Unit Lapto di SMPN 01 Siantan

Maimun, Kepsek SMPN 01 Siantan sedang melapor ke Mapolsesk Sintan.

Maimun, Kepsek SMPN 01 Siantan sedang melaporkan kasus pencurian 11 unit laptop ke Mapolsesk Sintan, Selasa (02/06)

Terempa, Radar Kepri-Seiring berkembangnya Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), memberi konsekwensi semakin tingginya tingkat kejahatan. Mulai dari kasus perampokan disertai pembunuhan hingga pencurian dengan kekerasan. Kali ini di SMPN 1 Siantan, Tarempa, KKA yang dibobol maling.11 unit laptop di ruang multimedia di sekolah yang tidak jauh dari kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Anambas. Selasa (02/06).

SMPN 1 yang bertempat di Jalan Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur habis digasak maling. Belum diketahui secara pasti bagaimana maling yang mengambil 11 unit laptop bantuan dari Pemprov Kepri tahun 2011, serta satu unit laptop milik petugas perpustakaan yang dititipkan diruang tersebut.

Maimun, kepala Sekolah SMPN 1 Siantan, baru mengetahui setelah mendapat kabar dari petugas Tata Usaha yang hendak mematikan lampu depan Minggu (01/06) pagi kemarin. Wanita yang sudah 32 tahun mengabdikan dirinya ini langsung pergi ke sekolah yang dipimpinnya itu begitu mendengar musibah yang baru didengarnya itu. Maimun menjelaskan.”Kejadiannya saya kurang tahu persis. Hanya saja saat dirumah dapat telepon dari orang TU, pas mau mematikan lampu depan. Beliau melihat gembok diruangan ini dalam keadaan terbuka, seperti ada orang yang hendak masuk. Begitu di kabari, saya langsung ke sekolah, saya juga telepon wakil Kepala Sekolah, serta guru yang selalu menggunakan multimedia.”terangnya.

Ditambahkan Maimum, laptop siswa di sisakan lima, sembilan yang diambil maling bersama charger-nya.”Selain itu, komputer master untuk guru ditambah laptop untuk petugas perpustakaan.”jelasnya wanita paruh baya.

Maimun mengaku tidak habis pikir dengan tingkah maling yang tega menggasak laptop untuk keperluan belajar siswa ini. Pasalnya, laptop bantuan provinsi pada tahun 2011 lengkap dengan printer serta layar sentuhnya ini sangat menunjang keperluan siswa dalam belajar. Untuk kegiatan belajar mengajar, diakui Maimun tidak menggangu kegiatan belajar mengajar siswa, hanya saja membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak maksimal.”Sebenarnya yang bantuan provinsi itu ada 20 unit, kebetulan rusak 6 unit laptop. Jadi, yang dipergunakan tinggal 14 unit. Ada musibah ini tinggal lima unit saja. Untuk saat ini, satu laptop sekarang dipergunakan untuk dua siswa.”tutur wanita ini.

Maimun-pun juga telah melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, meskipun kerugian akan musibah ini ditaksir mencapai Rp 25 juta. Kepala sekolah SMPN 1 ini mengharapkan agar laptop yang telah dicuri itu dapat dikembalikan demi kegiatan belajar mengajar sekolah.”Ibu ingin terbuka hatinya untuk mengembalikan laptop itu kepada pihak sekolah kembali. Kasihan anak-anak.”harapnya.

Kapolsek Siantan AKP, Indra Jaya mengatakan pihaknya sudah menerima laporan perihal pencurian yang dialami oleh pihak SMPN 1 Siantan.”Yang bersangkutan sudah membuat laporannya semalam. Saat ini kita lakukan penyelidikan. Untuk saksi-saksi, rencananya hari ini kita panggil.”ungkapnya.

Selain telah melakukan olah TKP, pihaknya kini tengah menyiagakan anggotanya disetiap kapal-kapal yang hendak berangkat.”Salah satunya itu. Memang, dari olah TKP, tidak ada yang rusak, baik gembok maupun slot kunci, namun ini masih kita selidiki. Diduga pelaku maling tersebut lebih dari 2 orang atau juga di duga para pelaku adalah orang dalam itu sendiri di lihat dari gembok maupun slock kunci uyang tidak rusak.(yuli)

Ditulis Oleh Pada Sen 02 Jun 2014. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek