' '
| | 1.977 kali dibaca

Malaysia Deportasi Tiga Bayi Berumur 3 Pekan Yang Lahir di Lokap

Tiga bayi berumur 21 hari yang dilahirkan dipenjara Malaysia ketika tiba di pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungponang.

Tiga bayi berumur 21 hari yang dilahirkan dipenjara Malaysia ketika tiba di pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungponang, Kamis (23/01).(foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Pemerintah Diraja Malaysia kembali mendeportasi 3 orang bayi, beserta 302 Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI/W-B) melalui Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia. Ratusan TKI/W-B tersebut tiba, Kamis (23/01) sekitar pukul 18 20 Wib di Terminal Pelabuhan Internasional, Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.

Ketiga bayi tersebut masing-masing Muhamad Rizki masih berumur 18 hari merupakan putra dari Sofia. Muhamad Alif masih berumur 21 hari, dilahirkan oleh Siti Naza. Kemudian Muhamad Riki berusia 20 hari dengan ibui Sumiati.

Informasi yang dihimpun Radar Kepri dari Sofia, satu dari 3 orang ibu dari bayi TKW-Bermasalah mengatakan.”Anak saya lahir dalam lokap (penjara, red) Malaysia. Begitu juga dengan M Alif dan M Riki. Ketiga bapak dari bayi tersebut warga Indonesia. Kini suami kami masih tinggal di Malaysia untuk bekerja.”terang Sofia yang sedang menggendong bayinya pada Radar Kepri.

Setelah turun dari kapal, seluruh TKI/W di suruh berbaris di dalam pelabuhan untuk di data oleh petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) dan dijaga ketat oleh beberapa petugas dari  kepolisian serta petugas dari Dinas Perhubungan kota Tanjungpinang,

Kemudian setelah di data dan dihitung, para TKI/W tersebut di naikan ke mobil transport yang telah disediakan oleh Dinsos. Para TKI di bawa kepenampungan Jl Transisto kilometer 8 Tanjungpinang, sedangkan TKW serta 3 orang bayi di bawa ke Rumah Penampungan Trauma Centre (RPTC) Jl Sei Timun, Senggarang, Tanjungpinang untuk dipulangkan ke kampong halamannya masing-masing.

Pantauan Radar Kepri di pelabuhan, ketika para TKI/W B tersebut menaiki mobil yang akan membawanya ke penampungan. Terdengar ketiga bayi tersebut menangis dan langsung diberi susu tabung oleh ibunya.

Ketika awak media ini, mengabadikan gambar TKI/W tersebut, seorang petugas yang tidak mau nama dan kesatuanya ditulis menghampiri awak media ini. Dan langsung membisikan.”Mas pantau terus, karena TKW yang datang hari ini banyak yang masih muda-muda. Jika kurang di-awasi, mereka nanti bermain.”Bisik sumber itu namun tidak menjelaskan siapa dan permainan apa yang dimaksud. (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 23 Jan 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda