' '
| | 1.355 kali dibaca

Malam Natal, Tambang Bauksit Ilegal Semakin Marak di Tanjungpinang

Tongkang penampung biji bauksit ilegal di Tanjung Sebauk.

Tongkang penampung biji bauksit ilegal di Tanjung Lanjut, Rabu (25/12), (foto by aliasar,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Malam Natal dan menyambut tahun baru 2014 tidak menghentikan “perampokan” biji bauksit di Kota Tanjungpinang. Buktinya, Kamis (26/12), puluhan mobil truck bermuatan bijih bauksit yang belum diketahui pemiliknya. Bebas melenggang melintasi jalan utama dalam kota Tanjungpinang, seperti di Jl DI Pandjaitan kilometer 9, Bintan Centre. Beberapa petugas gabungan di posko pengamanan Natal dan Tahun Baru di Bintan Centre hanya melongo saja melihat truk berisi bauksit itu.

Hal ini terlihat ketika awak media ini kebetulan melintas dialan tersebut, Kamis (26/12). Terliha puluhan mobil truck bermuatan bijih bauksit dengan tutup terpal warna biru, berlomba-lomba mengantarkan muatanya kesebuah tongkang yang bersandar di bawah jembatan Gugus Engku Hamidah, Jl Daeng Celak, Sei Carang sekitar 300 meter dari RSU P.

Sepertinya penambang illegal dikampung Lembah Asri ini telah “menjinakkan” seluruh pejabat dan aparat hukum terkait. Buktinya, meskipun telah di sorot beberapa kali oleh media ini, namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari instansi terkait.

Pemerintah kota Tanjungpinang yang dipimpin Lis Darmansyah SH belum juga memerintahkan dinas terkait untuk segera menghentikan penambang illegal berkedok cut an fill ini. Pembiaran perusak lingkungan di bumi Gurindam ini, tentu saja menimbulkan tanya. Mengapa pemko membiarkan jalan raya dan tambang illegal makin “menggila” ?.

Truk berisi bauksit yang ditambang secara ilegal di perumahan Lembah Asri, kilometer 9, Bintan Center bebas melenggang di jalan raya.

Truk berisi bauksit yang ditambang secara ilegal di perumahan Lembah Asri, kilometer 9, Bintan Center bebas melenggang di jalan raya, Kamis (26/12). (foto by aliasar,radarkepri.com).

Penyelusuran awak media ini, bukan hanya di Bintan Centre saja aktivitas tambang yang memafaatkan momen hari Raya Natal dan Tahun Baru. Di Tanjung Sebauk,  Sei Carang, aktivitas tambang illegal yang tidak memiliki IUP dan perusahaan masih terus berlanjut. Petugas dan aparat penegak hukum yang ada di kota Tanjungpinang ini dianggap patung, yang tidak bisa berbuat apa-apa pada penambang illegal ini. Selain menambang illegal, jalan umum dilintasi juga hancur karena gilasan roda truck yang bermuatan bijih bauksit.

Anehnya, hampir 80% bumi Segantang Lada ini telah porak porandakan oleh “penjahat” lingkungan dengan cara mengeruk bijih bauksit untuk di ekspor ke negeri Cina. Belum terlihat upaya dari Pemko dan polisi untuk menghentikan aktivitas penjahat lingkungan tersebut.

Beberapa waktu lalu, beberapa orang penambang illegal berbondong-bondong di halaman Satreskrim Polresta Tanjungpinang. Bahkan tersiar kabar, Polda Kepri menyegel dua unit tongkang bermuatan bauksit illegal. Namun sampai hari ini, belum satu orang-pun yang ditetapkan tersangka apalagi dijebloskan ke penjara.

Di daerah Tanjung Lanjut disinyalir ada keterlibatan oknum TNI yang menambang secara illegal, sehingga polisi takut bertindak. Begitu juga di Tanjung Sebauk, diduga ada oknum calon anggota DPRD Provinsi Kepri dan oknum angota DPRD Kota Tanjungpinang yang membeking. Sehingga aparat penegak hukum “takut” menindak.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 26 Des 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda