| | 715 kali dibaca

LSM Minta Kajari Batam Diganti

Kantor Kejari Batam

Kantor Kejari Batam

Batam, Radar Kepri-Berbagai kalangan masyarakat Batam mempertanyakan kinerja Kajari  Batam  I Made Astiti Ardjana SH MH. Kurang lebih setahun berlalu menjabat kepala Kejaksaan negeri Batam belum terlihat kinerjanya yang positif  dalam membongkar kasus korupsi dikota Batam akan dsituntaskan, Padahal kasus korupsi di kota Batam sangat luar biasa.

Penegasan tersebut dikatakan berbagai aktifis anti korusi dikota Batam beberapa waktu lalu kepada awak media ini di Batam Center, Sabtu (0 9/02) lalu. Nurdin Arianto, ketua mahasiswa pembangunan Indonesia (MPI) kota Batam, minta Kajari Batam membongkar berbagai kasus korupsi yang pernah terungkap ke publik. Terutama yang telah di ekspos berbagai media di kota Batam.”Yang saya ingat, kalau tidak salah berbagai kasus korupsi yang belum tersentuh  oleh Kejasaan Negeri, Batam,”katanya.

Kasus bansos tahun 2006 sampai 2011 belum ada disentuh oleh Kejasaan Negeri Batam.”Padahal tahun 2011 lalu  Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia perwakilan Kepri. Dalam auditnya menyebutkan pernyaluran dana bantuan sosial  sebesar Rp53 miliar rawan penyimpangan.”ungkapnya.

Masih Nurdin, seandainya Kajari Batam I Made Astiti berani membongkar dugaan kasus dana Bantuan Sosial saja dikota Batam. Bisa dikatakan salah satu Kepala Kejasaan terbilang berhasil memberantas kasus korupsi di kota Batam,  Karena dugaan korupsi Bansos dikota  Batam nilainya cukup luar biasa. Kalau dihitung mulai  dari tahun 2006.”Kalau saya ngak salah, sebesar Rp 52 miliar. 2007 sebesar Rp54 miliar. 2008 sebesar Rp28 miliar. Dan ini belum pernah tersentuh oleh penegak hukum Kejaksaan Negeri Batam.”kata Nurdin Arianto.

Makanya pihaknya meminta kepada Kejasaan Negeri Batam berani untuk segera memanggil para pejabat-pejabat yang bersangkutan dimintai pertanggung jawabannya.” Apakah dana bantuan sosial tersebut telah diberikan tepat sasaran  kepada orang yang berhak menerima ?. Apakah  penyaluran dana tersebut sudah tepat sasaran dan berapa jumlahnya?.Sudakah sesuai dengan jumlah anggaran yang diberikan.”jelasnya.

Dengan ini, selaku aktifis LSM di kota Batam , pihaknya minta Kajari Batam segara mentindak lanjuti kasus diatas.”Kalau Kajari Batam tidak berani memberantas kasus korupsi. Lebih mereka mundur saja secara terhormat, secara sendirinya. dari pada masyarakat nanti memundurkanya.”kata  Nurdin Arianto. Ditambahkan Nurdin.”Kejaksaan itu digaji dari uang rakyat, seharusnya mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Memberikan keadilan kepada masyarakat dengan contoh yang baik, memberikan kenyaman yang  berkeadilan ditengah-tengah masyarakat. “Tegasnya.

Hal senada juga dikatan Thomas AE Ketua Lsm Gerakan Berantas korupsi (GEBUKI) kota Batam.”Saya kadang-kadang heran dengan penegak hukum  Kejaksaan Negeri Batam, begitu banyaknya dugaan korupsi dikota Batam. Namun Kejaksaan Negeri terindikasi terkesan cuek alias pura-pura  tidak tau.”katanya.

Ditambahkan Thomas AE.”Seharusnya Kajagung RI selektif  terhadap anak buahnya  yang akan ditugas di kota Batam.Kota Batam katanya miniatur  ibu kaoanya Indonesia, dengan penduduk yang beragam suku, agama dan ras yang  ada Indonesia. Ditambah kondisi geografis  letaknya yang yang sangat sretegis.”katanya.

Sebagaimana diketahui Batam  berdampingan dengan berbagai Negara tetangga, Malasyia, Singapura, Brunai Darusalam dan Negara tetangga lainnya. Tentunya Batam menjadi salah satu barometer Indonesia, sudah seharusnya Batam ini menjadi contoh teladan bagi bangsa Indonesia.”KIalau penegak hukum di Batam tidak jalan, maka menjadi presden buruk dalam penegakan hukum di- Indonesia.”Ungkapnya.

Ditambahkan Thomas AE.”Makanya, kami sebagai masyarakat Batam minta pada Kejagung RI, mengganti Kajari I Made Astiti Ardjana, dengan Kajari yang berani memberantas tindakan kejahatan. Terutama kejahatan  korupsi, karena korupsi telah membuat masyarakat ndonesia miskin, baik moral maupun moril.”tegasnya.

Sementara itu awak media mencoba mengkonfirmasikannya kepada Kajari Batam melaui, Kasi Pidsusnya, Nuni Triayana SH, dikantornya beberapa waktu yang lalu, Nuni  tidak bersedia diwawancarai, dengan alasan sedang sibuk dan masih capek.”Saya baru pulang dari Medan.ya waktu, Sekerang mau menghadap dulu pada bapak Kajari.Lain kali lah-ya.”katanya sambil berlalu meninggalkan awak media ini.( taherman)

Ditulis Oleh Pada Sen 11 Feb 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda