' '
| | 978 kali dibaca

Lima Pengeroyok RT Ditahan, Warga Merasa Aman

Tersangka penganiaya Samsul, RT di Akau Potong Lembu akhirnya dijebloskan ke penjara.

Tersangka penganiaya Samsul, RT di Akau Potong Lembu akhirnya dijebloskan ke penjara.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Ditangkap dan ditahan 6 dari 5 orang tersangka pengeroyokan Samsul Awar, ketua RT 01/RW IX kelurahan Kemboja Kecamatan Tanjungpinang Barat, Jumat (27/02) dini hari, membuat sejumlah pedagang Kuliner Akau Potong Lembu dan warga setempat serta sejumlah pengunjung yang memarkirkan kendaraan di lokasi parkir akau Potong Lembu merasa nyaman dan aman.

Menurut salah seorang pedagang akau yang tidak mau namanya ditulis, dijumpai radarkepri, mengatakan.”Sejak ditangkapnya para preman yang mengeroyok pak RT itu, kita juga selaku pedagang di akau ini merasa aman dan lega. Karena, sebelum tertangkap ke 6 orang itu, kita yang berjualan disini merasa was-was. Karena hampir setiap malam mereka mabuk dan membuat ke onar.”kata sumber.
Kemudian lanjut sumber.”Terkadang mereka itu, selalu membuat keributan jika sudah mabuk. Dilokasi parkir itu, menjerit-jerit dengan suara besar. Pengunjung yang ingin santai di akau ini, merasa resah. Bahkan jika terlihat sama pengunjung, mereka selalu mendatangi pengunjug dan menggertak.”Uuar sumber.
Bila perlu tambah sumber.”Mereka yang mengeroyok pak RT itu di hukum seberat-beratnya. Karena ketika saya lihat, mereka memukuli pak RT itu, seperti memukul binatang. Tidak ada sedikitpun merasa kasihan. Padahal pak Samsul Anwar (RT) selama belasan tahun kita mengenal dia, tidak pernah menyakiti orang lain, bicara sama orang lainpun di sangat sopan dan ramah.”tutup Sumber.
Hal berbeda dikatakan Ati (36) yang mengaku warga Tanjungpinang, mendatangi awak media ini diakau Potong Lembu dan bertanya.”Apa betul bang preman tukang parkir dibelakang ini ditangkap polisi karena mengeroyok RT.”tanya lelaki keturunan Tiongha itu.

Setelah diketahui mereka itu ditangkap Polisi.”Mantap pak polisi, orang seperti itu tidak bisa dibiarkan, sudah keterlaluan.”katanya.
Kemudian lanjut Ati.”Saya sering parkir dibelakang itu, mereka meminta uang parkir memaksa, harus bayar berapa yang dimintanya. Terkadang mereka minta sesuka hatinya saja. Terkadang mereka minta uang Parkir Rp 10 hingga Rp 20 ribu. Jika tidak dituruti permintaanya, mobil kita digores oleh preman itu.”keluh Ati.
Makanya tambah Ati.”Kami jarang ke akau ini makan, kami lari ke Laut Jaya, sebenarnya lebih enak duduk nyantai di Akau Potong Lembu ini. Harga makanannya murah, terjangkau. Makanan-pun banyak di Akau ini dari pada ditempai lain. Jadi, masalahnya itu saja, preman yang jadi juru parkir itu.”tutup Ati.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 01 Mar 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda