' '
| | 3.772 kali dibaca

Lima Pasangan Mesum Diamankan Satpol PP Malam Ini

Petugas sedang mendata pasangan yang terjaring razia, Jumat, 19 September 2014 malam.

Petugas sedang mendata pasangan yang terjaring razia, Jumat, 19 September 2014 malam.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tanjungpinang, di back-up TNI dan Polri menggelar razia multi sasaran, Jumat (19/09) malam. Petugas menyisir ke Wisma dan rumah kos di dalam wilayah hukum kota Tanjungpinang. Hasilnya, 5 pasangan tanpa surat nikah yang diduga akan berbuat mesum, 6 orang yang tidak memiliki pasangan, diduga sedang menunggu pasangannya, berhasil digerebek di dalam kamar hotel, wisma kelas melati.

Operasi kali ini dipimpin langsung oleh Kabid PPUD Satpol PP Tanjungpinang, Syafrizal, Jum’at (19/09). Kelima pasangan mesum tersebut yakni, Norman bersama pasanganya Mariati, dan Dion dan pasanganya Dinda Galih, di tangkap di kamar hotel Sri Pinang, Jalan Pos. Sementara, Muhidin dan Juni digerebek di Wisma Citra, Andra bersama Pransiscus, serta Ijal dan Nono ditangkap di Wisma Sentosa.

Selain dari 5 pasangan mesum tersebut, ada 4 orang wanita muda yang sedang nongkrong di kamar wisma, diduga sedang menunggu tamu yang akan membokinginya. Semuanya digelandang kekantor Satpol PP Jalan H Agus Salim Tepi Laut Tanjungpinang untuk didata dan diberi Pengarahan.

Setelah diberi pengarahan, pembinaan mereka disuruh pulang ketempatnya masing-masing. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Undang-undang Daerah (PPUD) Satpol PP kota Tanjunpinang, Syafrizal dikonfirmasi usai menggelar razia, mengatakan.”Kegiatan ini kita lakukan berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Kasat Pol PP, kota Tanjungpinang Irianto SH, juga merupakan kegiatan rutin.”Kata Syafrizal.

Terkait dengan tindakan yang diberikan kepada seluruh pasangan yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut, Syafrizal menjelaskan.”Masalah ini kita tetap memberikan pengarahan dan pembinaan. Kemudian mereka di suruh pulang ketempatnya masing masing. Jika memang tertankap sekali lagi, maka kita akan kenakan Tindakan Pidana Ringan (Tipiring).”terang Syafrizal.

Syafrizal menjelaskan.”Tidak diprosesnya mereka yang ditangkap, karena Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) kita sedang berangkat.”jawabnya ketika media ini menanyakan, mengapai tidak diproses hingga ke pengadilan.

Pantauan awak media ini, ketika Kakan Satpol PP kota Tanjungpinang dijabat Sumardi, setiap menggelar razia penertiban asusila, selalu ditindak secara hukum yang berlaku. Namun setelah Sumardi lepas dari jabatan selaku Kakan Satpol PP, belum satu-pun mereka yang terjaring razia yang ditindak, selalu diberi pengarahan dan disuruh pulang ketempatnya masing-masing, tidak satu-pun yang berlanjut keranah hokum. Kesanya petugas Satpol PP menghabiskan uang Negara dengan sia-sia.

Informasi yang dihimpun awak media ini, di internal Satpol PP.”Semenjak Sumardi tidak menjabat Satpol PP tugas Satpol amburadul bang. Berapa kali pemimpin di Satpol PP ini, didak satu-pun yang jelas kinerjanya.”Ujar Sumber yang enggan namanya ditulis.

Masih sumber yang sama.”Seharusnya Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH selaku orang Nomor satu dikota ini, membuka mata terhadap kinerja Satpol PP kota Tanjungpinang, karena belum memperlihatkan kinerja yang positif terhadap masyarakat.”unglap sumber.

Kemudian menurut sumber.”Yang di razia ini-kan tempat tempat yang tertentu saja bang, tidak semua. Mana yang kurang setoran bulananya, itu yang dirazia. Mana yang lancar setoranya tidak dirazia. Sehingga timbul kesan dari masyarakat, Sapol PP “bina” wanita malam.”paparnya sambil ketawa.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sab 20 Sep 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda