'
| | 1.910 kali dibaca

Lima Hari Hilang, Nelayan Sungai Buluh Ditemukan Tewas Mengambang

Penemuan mayat rahmat di Cempa.

Rahmat, nelayan Sungai Buluh yang ditemukan tewas mengambang di perairan Cempa, Sabtu 20 Juli 2013.

Lingga, Radar Kepri-Setelah 5 hari hilang, akhirnya, Rahmat bin Ramli, nelayan Sungai Buluh di temukan di perairan Cempa ditemukan oleh masyarakat. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dan jenazah korban mulai membengkak sedang terapung di laut, Sabtu (20/07).
Pihak keluarga Rahmat yang selama 5 hari ini berharap dan berdoa bergegas menjemput jenazah ke Sempa sekitar jam 18 30 wib. Sekitar 1 jam kemudian, Kapolsek Senayang AKP Syaiful dan  Kasat Pol Air, Camat dan dokter langsung meluncur ke Sungai Buluh. Setelah jenazah korban tiba di Sei Buluh, keluarga memandikan dan setelah dilakuan pemeriksaan oleh dokter Jenazah Rahmat segera di kebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Buluh..
Informasi yang dihimpun media ini, Rahmat di temukan hanya memakai celana dalam, ciri-ciri korban adalah Rahmat setelah istri korban mengenlani celana dalam warna abu abu dan tidak memiliki gigi karena korban memakai gigi palsu.
Kapolsek Singkep Barat AKP Panji Irawan, melalui Kanit Reskrim Polsek Singkep Barat, Aiptu Asien Wirga, menuturkan kronologinya kejadian tewasnya Rahmat. Pada Minggu 14 Juli 2013 sekitar pukul 16 30 Wib, Rahmat dan Sitar berangkat dari Sungai Buluh menuju Tanjung Dua Desa, Selayar, Kecamatan Selayar untuk melaut. Sekitar pukul 23 00 Wib, malapetaka mulai datang, di awali dengan angin ribut disertai ombak  menghantam kedua  nelayan ini.
Sampan yang di gunakan mereka terbalik, sekitar pukul 23 15 Wib Sitar mengajak Rahmat untuk berenang menuju kapal tanker yang sedang berlabuh di sekitar perairan tersebut. Pada pukul 23 45 Wib Sitar kehilangan Rahmat saat mereka sedang berenang.”Mereka-pun terpisah. Sitar memutuskan untuk terus berenang ke arah kapal tanker tersebut.”terang Kanit Reskrim Polsek Singkep Barat.

Dikatakan, pada Senin (15/07) sekitar pukul 00.15 Wib, Sitar berhasil berenang sampai ke kapal tanker dan bergelantungan di rantai jangkar kapal. Dan ditemukan oleh ABK kapal tanker pada pukul 06.00 pagi.”Sitar dari kapal tanker diantar pelabuhan Sungai buluh menggunakan kapal patroli Bea Cukai.”paparnya.
Dari informasi yang diterima Radar Kepri, saat ini Sitar sudah dibawa ke rumahnya, dan masih trauma dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Sementara itu, Rahmat di temukan sudah tidak bernyawa oleh masyarakat Cempa. Semoga keluarga Rahmat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Ming 21 Jul 2013. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda