'
| | 1.268 kali dibaca

Korupsi Pabrik Sagu Mengendap di Kejari Daiklingga

Inilah pabrik sabu gagal yang mengendap proses hukumnya di Kejari Daiklingga

Inilah pabrik sabu gagal yang mengendap proses hukumnya di Kejari Daiklingga

Lingga, Info Kepri-Buntut dari pembangunan proyek dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lingga yang dinilai asal jadi dan jauh dari kesan kesempurnaan. Ahmad, Kepala Desa Panggak Laut meminta menyempurnakan mesin pengolahan sagu dan IPAL (Industri Pengolahan Limbah) yang telah dibangun pada tahun 2012.

Hal ini di sampaikan Ahmad ketika di jumpai di kantornya Senin (03/11).”Pengadaan mesin tersebut sampai saat ini masih tidak dapat digunakan warga Desa, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BLH Ridwan Agus (waktu itu,red) disampaikannya sudah turun langsung ke lokasi melihat kondisi mesin pengolahan sagu yang terbengkalai tersebut.”terangnya.

Menurut Ahmad.”BLH sudah ada datang dan berjanji akan membenahi mesin tersebut. Kami tidak mau menyalahkan pihak manapun, disini kami cuma berupaya agar ke depan alat yang sudah diserahkan ke desa ini dapat digunakan.”ungkapnya.
Berdasarkan penjelasan kades Panggak Laut tersebut, sebelum dilakukan serah terima bantuan barang dari pemerintaha kabupaten Lingga, yakni dari APBD berupa satu unit mesin pengolahan sagu 2012 dan satu unit IPAL (Industri Pengolahan Limbah) untuk produksi sagu yang bersumber dari dana  DAK 2012 pada 13 Mei 2013, pihak desa beberapa kali menolak untuk menandatangani.

Apalagi, kondisi Barang yang di serahkan dalam konsisi yang tidak sempurna dan pihak desa meminta BLH untuk menyempurnakan mesin pengolahan sagu dan limbah terlebih dahulu.”Kelompok masyarakat yang mengelola, serah terima kemarin ke desa. Parut sagu dari BLH hasilnya masih kasar sehingga kualitas sagu tak bagus, pati sagunya tidak keluar.

Bahkan mesin pengolah, lebih bagus punya masyarakat.”ungkapnya.

Sehingga berdasarkan keteranganya, sampai saat ini bangunan tersebut belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurutnya jika di bandingkan dengan mesin yang dimiliki masyarakat, baik hasil maupun cara kerja jauh lebih efisien yang dimiliki masyarakat Panggak Laut karena telah beratus tahun menjadi pekerjaan yang menunjang perekonomian warga setempat.”Dalam surat pernyataan sebelum serah terima, kita meminta BLH Lingga untuk menindaklanjuti dan menyempurnakan supaya bisa digunakan masyarakat. Mengingat pekerjaan yang menjadi lebih rumit supaya dapat digunakan masyarakat sebagaimana mestinya.”jelas Ahmad.
Dia juga mengatakan, pada awalnya target yang disampaikan BLH  dalam sosialisasi produksi, mesin yang dibangun sebagai penunjang pengolahan Limbah. Namun sayangnya, bangunan mesin pengolahan limbah yang dibangun selain rumit dalam pengerjaan juga tidak memberikan kualitas sagu yang baik.

Hal inilah yang membuat warga menolak menggunakan mesin bantuan tersebut.”Pembuangan akhir sampah ampas sagu belum ada. Mesin pendukung yang ada tidak bisa kita terima. Tujuan biogas, tapi itu kalau memang mesin pengolah bisa digunakan.”papar Ahmad.

Namun hal ini, menurut salah satu sumber pegawai di lingkungan pemda Lingga yang enggan namanya di tuliskan, menjelaskan terkait masalah proyek BLH ini, pihak dari kejaksaan sudah meninjau lokasi proyek tersebut. Bahkan berdasarkan penjelasan masyarakat setempat yang lokasi proyek tersebut yang berdekatan dengan rumahnya, menjelaskan hal yang sama.
Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Lingga melalui pesan singkat membantah bahwa pihaknya pernah turun ke lokasi.”Maaf pak, kita tidak ada meninjau lokasi pengolahan sagu yang di maksud tersebut.”katanya.

Dan ketika di tanyakan terkait sebagimana penjelasan masyarakat setempat dan salah satu pegawai di lingkungan pemda Lingga, terkait adanya pihak dari Kejari Lingga ke lokasi tersebut, dirinya mengakui tidak mengetahuinya.”Maaf pak, kalau mengenai itu saya tidak mengetahuinya pak.”balasan sms dari Kasi Pidsus Kejari Lingga.

Ketika dijumpai media ini di PN Tanjungpinang, Kasi Pidsus menyebutkan.”Belum ada diserahkan intel pada kami. Jadi tak tahu juga perkembanganya.”katanya.(amin/red)

Ditulis Oleh Pada Rab 05 Nov 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda