| | 1.013 kali dibaca

Korupsi Merajalela di Batam, Kajagung Diminta Tegas

Drs H Ahmad Dahlan dan Yusron SH MH

Drs H Ahmad Dahlan dan Yusron SH MH

Batam, Radar Kepri-Masyarakatdan LSM Batamminta KejaksaanNegeri (Kejari) Batam menuntaskan berbagai dugaan kasus korupsi yang pernah mencuat ke publik selama ini. Banyak “tunggakan” kasus korupsi di Kejari Batam, dan saat ini terkesan mencari-cari kasus korupsi baru dengan “maksud” agar masyarakat dan LSM lupa dengan warisan korupsi Kajari Batam lama.

Sorotan ini disampaikan ketua NCW Kepri,Mulkansyah diBatam Centre, Sabtu (29/11) ketika dijumpai media ini.”Dugaan korupsi dana bantuan sosial(bansos) mulai dari tahun 2006-2014,sampai sekarang belum ada yang dituntaskan, padahal diperkirakan kerugian Negara mencapai ratusan milairan rupiah. Dugaan korupsi pengadaan kembang api untuk pesta pergantian tahun barupa data tahun 2013 -2014 lalu sebesar Rp1,2 miliar. Pihak yang diduga terlibat sudah pernah diperiksa Kejari Batam, namun sampai sekarang tidak jelas muaranya.”terangnya.

Dilanjutkan.”Ada lagi kasus dugaan korupsi pengadaan RumahTidak Layak Huni  (RTLH)  untuk masyarakat yang kurang mampu, yang sudah dilaporkannya Kejari Batam. Hasilnya juga sama, tidak jelas proses hukumnya. Kemudian dugaan korupsi pengadaan kapal untuk perjalanan Dinas Pemko Batam dengan nilai proyek mencapai puluhan Miliar. Baru-baru ini juga mencuat dugaan kasus korupsi lampu hias MTQ sebesar Rp 1,4 miliar.”jelasnya.

Kalau disimak dugaan korupsi yang pernah mencuat dipemerintahan kota Batam dibawah kepemimpinan Drs H Ahmad Dahlan sebagai WalikotaBatam.”Memang cukup banyak kalau tak salah,ada juga di dinas PMK-UKM kota Batam dana pinjaman bergulir yang macet dari tahun-ketahun yang jumlah mencapai Rp 8 Miliar. Namun Pemko Batam tetap menganggarkan dana pinjaman bergilir tersebut, macetnya dana tersebut disebatkan adanya unsur KNN dalam penyalurannya, sehingga ketika macat Dinas PMK-UKM tidak berani untuk menagih kepada sipeminjam.”ujarnya.

Dalam hal ini,masih kata Mulkansyah, seharusnya Kejari Batam, proaktif untuk menindaklanjuti kasus hingga tuntas.”Tidak harus menunggu laporan dari masyarakat, karena mereka itu sudah digaji melalui uang rakyat. Sehingga kinerja Kejari Batam tidak mendapat image negative dimata masyarakat.”pintanya.

Dengan adanya pergantian Kepala KejaksaanAgung(Kajagung) RI dari Basri Arief pada H M Prasetyo, tentu masyarakat sangat berharap ada perubahan kinerja dari insitusi Kejaksaan ke arah yang lebih baik.”Bisa memberi keadilan ditengah-tengah masyarakat dan bekerjasecara profesiaonal dalam memberantas tindak pidana korupsiyang merusak kehidupan bangsa ini.”tukasnya.

Dilanjutkan.”Kami, aktifis anti korupsi dikota Batam berharap Kajagung yang baru memberi sanksi tegas pada bawahannya yang tidak bekerja secara profesional dalam memnberantas kejahatan korupsi. Terutama untuk Batam, sebagaimana kita ungkap diatas, semua dugaan korupsi diatas kalau ada itikad baik dari Kejaksaan untuk menindaklanjuti dugaan kasus korupsi diatas, pasti ada tersangkanya. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh mantan Kajari Batam,Tatang Sutarna SH MH berapa tahun lalu yang membongkar dugaan korupsi dana Bansos tahun  2009,  sebesar Rp 28 miliar. Pelakunya sampai kepengadilan Tipikor di Pekanbaru dengan menghukum Erwinta dan Raja Aris.”ingatnya.

Selentingan kabar yang dihimpun media ini dikantor Kejari Batam mengatakan, tahun 2015 ini, Kejari Batamyang dipimpin olehYusron SH MH bekal tancap gas, tidak akan memberi ampum terhadap pelaku kejahatan korupsi dikotaBatam.

Kabar ini terungkap sewaktu awak media ini berkunjung ke kantor Kejari Batam pekan lalu, Kasi Pidsusnya, Tengku Firdaus mengatakan.”Tahun 2015 ini, Insya Allah akan ada ledakan besar-besaran dalam mengungkap dugaan korupsi di kotaBatam, sabar aja ya bang.”sebutnya.

Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan dikonfirmasi awak media ini melalui SMS ke ponselnya terkait hal diatas, sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sab 29 Nov 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda