' '
| | 1.334 kali dibaca

Kontraktor Normalisasi Akau Biarkan Lumpur Kotor Berserakan di Jalan

Lumpur bercampur air berserakan di jalan yang dibiarkan kontraktor proyek normaslisasi di di Jl Akau Potong Lembu.

Lumpur bercampur air berserakan di jalan yang dibiarkan kontraktor proyek normaslisasi di di Jl Akau Potong Lembu, Minggu (02/11).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Setelah hampir sebulan terhenti, proyek normalisasi drainase (parit) di Jalan Potong Lembu yang dikerjakan oleh PT Sumber Jaya Sakti, milik seorang kontrakor terkenal di Tanjungpinang Ir Farudji. Hari ini, Minggu (02/11) pekerjaan parit tersebut terlihat kembali di kerjakan.
Namun, beberapa pengguna jalan tempat proyekt tersebut berlangsung jengkel, air bercampur lumpur berserakan dijalan. Hal ini terlihat ketika awak media ini sedang santai minum kopi, sekitar pukul 17 00 WIB terlihat di jalan yang penuh lumpur akibat penggalian parit tersebut. Beberapa pengendara kendaraan roda terlihat, awak media ini mendatangi lokasi dan bertanya.”Ada apa nyonya marah-marah.”tanya media ini pada nyonya yang enggan menyebutkan namanya itu.”Walan, ini lo pak. Macam mana orang ini kerja, siap kerja main tinggal saja. Bersihkan dulu dong.”kesal nyonya itu.
Kekesalan juga terlihat pada AH warga Tanjungpinang.”Kalau begini pekerjanya tidak boleh lo, ini-kan menggangu orang banyak. Lihat, motor saya baru saja di cuci sudah kotor lagi. Seharusnya, orang yang mengerjakan, sebelum meninggalkan lokasi dibersihkan dulu. Jangan dia dapat untung, orang lain yang rugi.”kesalnya.
Setelah pengguna jalan tersebut pergi, tidak lama kemudian Rizal mandor proyek tersebut datang kelokasi dan melihat seorang pedagang akau membersihkan jalan yang penuh lumpur itu. Rizal juga terlihat ikut membersikan lumpur itu dengan menyapu.
Pantauan awak media ini dilapangan, hingga hari ini Minggu (02/11) Plang Proyek menormalisasi parit tersebut tidak kunjung dipasang oleh kontraktor yang mengerjakan parit itu. Padahal Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Tanjungpinang sudah meninjau lokasi pekerjaan Normalisasi parit, yang konon menelan APBD kota Tanjungpinang hingga Rp 4 Miliar lebih.
Kemudian terlihat juga pekerjaan normalisasi tersebut kurang profesional, pasalnya, tidak menyelesaikan pekerjaan satu per satu. Belum selesai dikerjakan yang satu, sudah dikerjakan yang lain. Bahkan pekerjaan yang diutamakan, kerja sampingan. Seperti mengerjakan rumah warga berupa seminasi lantai rumah warga tersebut di Jl Lorong Banjar depan Rumah Makan (RM) Selara Malam (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 02 Nov 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda