| | 1.016 kali dibaca

Kisruh Pemilihan Ketua BP Batam Bakal Dilaporkan ke Presiden

Kantor Otorita Batam yang saat ini berubah nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kantor Otorita Batam yang saat ini berubah nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Batam, Radar Kepri-Aktifis  LSM kota Batam yang tergabung dalam Forum Penolakan Calon Ketua BP Batam menolak hasil seleksi calon ketua BP Batam. Forum ini menilai hasil seleksi tersebut penuh dengan rekayasa dan kepentingan oknum penguasa di Kepri.

Penegasan ini sampaikan koordinator aktifis LSM Forum Penolakan seleksi calon ketua BP Batam, M Azhar alias black, sapaannya di Batam Centre, Minggu (22/12). M Azhar menyikapi pergolakan yang terjadi di tubuh Pemerintahan Provinsi kepri sebagai akses dari pemekaran wilayah menuju masa transisi.”Dalan kondisi ekonomi yang rentan akibat tidak siapnya pemerintah Provinsi Kepri menghadapi euforia perebutan kekuasaan, yang didasari keserakahan dan rasa sakit hati yang berlebihan. Sehingga apabila tidak disikapi dengan bijak oleh pemerintah pusat dengan mengambil sikap yang tegas berdasarkan konsitusi dan aturan perundang-undang  yang amburadul sehingga hukum tidak bisa di impelemntasikan.”ungkapnya.

Masih dia, para aktifis LSM kota Batam, Provinsi Kepri secara tegas menolak proses maupun  hasil seleksi calon ketua BP Batam.”Yang kami nilai penuh rekayasa dan kepentingan tersebut. Disamping itu, sampai saat ini masyarakat Batam tidak mengetahui siapa yang memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan ketua BP Batam. Karena, selama ini pengangkatan dan pemberhentian ketua BP Batam dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia. Kalau ini dipaksakan oleh Gubenur Kepri tanpa aturan yang jelas tentang kewenangan tersebut, maka akan jadi preseden burut di kemudian hari.”ujarnya.

Kalau hal ini tetap dipaksakan oleh pemerintahan Provinsi Kepri, Gubenur Kepri, H Muhamad Sani, bisa berakibat fatal dan akan menimbulkan gejolak sosial luar biasa yang berdampak langsung terhadap situasi keamanan kota Batam.”Batam bisa tidak stabil dan kondusif,  karena benturan kepentingan berbagai kelompok, golongan dan faksi yang tidak terakomodir. Terutama yang berbau sara, terlebih lagi menjelangan pemilu dan Pilpres. Yang mana saat ini, di negeri kita ini, masyarakat kita ini sangat rentan dan mudah  terprovokasi oleh berbagai elemen yang punya kepentingan.”paparnya.

Para atifis LSM kota Batam meminta Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.”Agar mengambil sikap dan tidakan tegas, demi menyalamatkan kota Batam yang kami cintai ini. Agar  tidak rusak dan hancur, akibat perebutan kekuasaan dan perseteruan para penguasa yang kami nilai memikirkan perut dan kelompoknya masing-masing. Tanpa menghiraukan kepentingan masyarakat luas.”tegasnya.

Menurut M Azhar, 50-an aktifis LSM di kota Batam yang terdiri dari berbagai Lembaga Swadaya  Masyarakat (LSM) bergabung dalam Forum Penolakan seleksi calon ketua BP Batam, menentukan sikap. Menolak hasil seleksi Ketua BP Batam yang dilakukan Pemerintahan Provinsi Kepri tersebut.”Kami akan menyurati Presiden dan Komisi VI DPR-RI  menyampaikan keberatan tersebut.”tutupnya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 22 Des 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda