| | 4.848 kali dibaca

Kata PSK Natuna “Kalau Satpol Mau Razia Diselingkuhi Aja, Diam tu Bang”

Kasat Satpol PP Natuna

Subandi, Kakansatpol PP Natuna

Natuna, Kepri Info-Salah satu penyebab marak peredaran narkoba di Natuna adalah menjamurnya bisnis dunia gelap malam (dugem) berupa café dan bar. Celakanya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Natuna seolah tak berdaya, dibuktikan dengan adanya café yang berjarak hanya sekitar 20 meter hingga 50 meter dari markas Satpol PP Natuna yang dipimpin Subandi S Sos.

Bukti lainnya Natuna menjadi sasaran empuk pasar bisnis narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) dan ekstasi dengan keberhasilanPolres Natuna, Senin (06/10) yangberhasil menangkap 20 gram SS dan 50 butir ekstasi merek Nike warna kuning bernilai total sekitar Rp 75 juta.

Target pengedar dan bandar narkoba adalah Natuna, khusunya Kota Ranai, ditambah “impotennya”Satpol PP Natuna  dalam menegakan Perda penyakit masyarakat (Pekat) di Natuna. Sehingga, semakin hari tempat hiburan yang menebar praktik protitusi alias pelacuran berkedok hiburan karaoke semakin menjamur.

Buktinya, beberapa karoke ataupun bar hanya berjarak 20 meter sampai 50 meter dari Kantor Satpol PP Pemkab Natuna sudah terlihat. Baik karoke yang ada papan plang nama usaha maupun karaoke ilegal alias tanpa plang.

Ironisnya lagi, ada lokasi hiburan berkedok karaoke hanya berjarak sekitar 100 meter dengan tempat rumah ibadah, Masdjid Agung Natuna dan 50 meter dari Kantor Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Pantauan Media ini belum lama ini, disekitar lokasi tersebut, Minggu (05/10) sekitar pukul 19.20 Wib. Ketika, masuknya waktu sholat Isya, lebih banyak pengunjung tempat hiburan tersebut dari pada jemaah sholat Isya di Masjid Agung yang menjadi kebanggaan masyarakat Natuna itu.

Berkembang pesatnya usaha hiburan berkedok Karaoke dan café di Natuna akhir-akhir ini, kuat dugaan masyarakat, jika oknum Satpol PP Kabupaten Natuna di bawah Pimpinan Kasat Satpol PP Subandi menerima “upeti”.

Buktinya, meskipun hanya dengan hitungan langkah dari ketempat hiburan ke kantor Satpol PP, hingga hari ini ada tindakan yang dilakukan Satpol PP.”Meskipun hiburan tersebut ada yang beroperasi sampai pagi.”Ucap Adi (40), warga Ranai pada media ini belum lama ini.

Masih Adi menambahkan, akibat dibiarkanya hiburan tersebut sampai pagi oleh Satpol PP Natuna, secara tidak langsung pihak Satpol PP sudah ikut serta dalam membiarkan peredaran Narkoba di daerah Natuna ini.

Begitu juga Bupati Drs.H.Ilyas Sabli,M.si  yang mengatakan tidak akan mengizinkan usaha praktik –praktik protitusi di daerah Natuna selama kepemimpinanya dengan Imalko Ismail,S.Sos.”Kalau mereka tidak memerintahkan pada Satpol PP-nya untuk menindak hal tersebut, sama saja mereka telah membiarkan peredaran Narkoba di Natuna ini.”Tegasnya.

Bahkan, penelusuran media ini di sekitar lokasi hiburan yang berjarak sekitar 20 meter dari kantor Satpol PP tersebut. Seorang pengusaha hiburan yang tidak mau menyebutkan namanya, mengatakan, “Kami tidak takut sama Satpol PP, selama kami buka disini belum ada Satpol PP merazia kami. Meskipun kami buka sampai pagi tidak ada teguran oleh Satpol. Satpol PP itu gampang di atur.”katanya.

Yang mengejutkan lagi salah seorang yang diduga wanita penghibur di tepat hiburan tersebut mengatakan,”Kami tak takut sama Anggota Satpol PP itu bang, kalau dia mau razia diselingkuhi aja, diam dia tu bang,”ucap cewek hitam manis itu sambil tersenyum kepada media, Senin (06/10) lalu.

Secara tidak langsung, terungkap bahwa kebanyakan para oknum Satpol PP Natuna itu cukup  diajak kencan saja oleh cewek di tempat hiburan tersebut. Persoalan yang terkait pelanggaran Perda Kabupaten Natuna bisa di amankan.

Terkait hal tersebut Kasat Satpol PP Natuna, Subandi menanggapai tudingan masyarakat  pihaknya menerima upeti dari usaha-usaha hiburan malam tersebut, kepada media ini Selasa (07/10) dengan tegas membantah,”Siapa yang bilang hal tersebut ?. Coba saja dibuktikan kalau ada saya atau anak buah saya menerima uang dari usaha hiburan tersebut.”kata Subandi.

Masih Subandi.”Belum  diadakannya operasi terkait hiburan-hiburan tersebut, kan sudah berkali-kali saya bilang kalau kami di Satpol PP ini kurang sarana, seperti mobil patroli. Mobil-Mobil kami yang ada sekarang tidak cukup untuk membawa anggota untuk melakukan operasi ke tempat tersebut.”jelas Subandi.

Masih Subandi, selain itu Satpol PP sekarang tidak ada penyidik.”Kasi-kasi kami-pun sebagian sudah pindah kekantor Kecamatan. Jadi kalau Kasat sendiri yang berkerja mana sanggup saya.”tegas Subandi.

Dari ucapan Kasat Satpol PP Pemda Natuna ini sudah jelas-jelas mereka tidak mampu untuk menjalankan tugasnya selaku penegak Perda Kabupaten Natuna. Meskipun ia mempunyai ratusan anggota Satpol PP dibawah Binaanya. Sudah saatnya Bupati Natuna, Ilyas Sabli untuk mengganti Kasat Satpol PP dengan orang yang bisa bekerja sesuai dengan bidangnya selaku penegak Perda Kabupaten Natuna.(herman)

Ditulis Oleh Pada Jum 10 Okt 2014. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda