| | 1.174 kali dibaca

Kasus Perceraian Di Natuna Turun 30 Persen

Kantor Pengadilan Agama Ranai di Natuna

Kantor Pengadilan Agama Natuna di Ranai.

Natuna, Kepri Info-Tingkat perceraian di masyarakarat Kabupaten Natuna pada tahun 2014 ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2012 dan 2013. Penurunan mencapai  30 persen, dimana pada tahun 2012 kasus perceraian di Natuna mencapai 350 kasus, begitu juga pada tahun 2013 sekitar  270 kasus. Sedangkan, hingga Kamis (02/10) ) 2014 ini kasus yang masuk  ke Pengadilan Agama Natuna mencapai sekitar 160 kasus.

Hal ini disampaikan Ketua Pengadilan Agama Natuna Drs Samsul Amri SH.MH melalui  bagian  Humas Pengadilan Agama Natuna, Suparman, S.Ag pada media ini, Kamis (02/10) diruang kerjanya, kantor Pengadilan Agama Natuna, Kelurahan Bandarsyah, Ranai.”Diperkirakan, biasanya dalam 1 bulan itu rata-rata sekitar 10 kasus ada masuk kepengadilan Agama ini. Dalam waktu yang masih tersisa, 3 bulan ini kita prediksi saja sekitar 30 kasus perceraian lagi yang akan masuk dari 160 kasus ditambah 30 kasus jadi berjumlah 190 kasus perceraianlah. Pada tahun ini, itu bisa saja bertambah atau berkurang karena belum sampai di akhir tahun.”Paparnya.

Ketika ditanya, dari sekian banyak angka kasus perceraian  yang terjadi dalam kurun waktu 3 tahun ini, apa yang dominan sumber  permasalahanya. Sudirman menambahkan, dari sekian banyak angka kasus perceraian yang terjadi dalam hitungan 3 tahun terakhir ini, penyebabnya kebanyakan karena ekonomi dan perselingkuhan. Dari hitungan 3 tahun terakhir, sekitar 700 kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama.”Ada sekitar  20% yang berhasil didamaikan, sehingga tidak terjadi perceraian.”terangnya.

Dilanjutkan, Pengadilan Agama tidak serta merta memutuskan setiap perkara yang masuk.”Tapi kita juga melakukan berbagai usaha untuk mendamaikan setiap masyarakat yang mengajukan gugat cerai. Usaha Pengadilan Agama yang pertama, musyawarah nasehat dan mediasi. Tetapi setelah kita lakukan semua yang harus kita lakukan itu, tidak berhasil. Pihak yang berpekara tetap saja memutuskan untuk bercerai, maka kita baru melanjutkan perkara mereka tersebut, untuk putusan satu perkara  paling lama 5 kali siding, paling sedikit 2 kali sidang.”terangnya.

Yang lama itu kalau yang gugat cerai oknum PNS, kalau PNS ini agak susah dari masyarakat umum.”Karena mereka kalau mau gugat cerai harus ada persetujuan pimpinanya dulu , Izin Bupati Natuna.”jelas  Sudirman.

Masih Sudirman, untuk umum cukup kalau sudah ada saksi dua timbale balik  sudah cukup keterangan yang kita butuhkan  2 atau 3 minggu sudah bisa kelir urusannya.”Yang  sulit seperti adanya kasus perceraian masyarakat yang nikah sirih ini memang susah, tetapi sudah banyak juga kita Isbatkan, ada yang secara masal dan ada juga secara pribadi yang datang kepada kita.”terangnya.

Isbat, nikah masal yang telah kita lakukan sekitar  tahun 2012 lalu, seperti Midai, Bunguran Selatan Bunguran Tengah dan Bunguran Timur  serta lainya itu biaya semuanya dari Pemda Kabupaten Natuna, mungkin untuk berikutnya pada tahun 2015 ini kalau masih ada program Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna kita dari Pengadilan Agama Natuna  selalu siap untuk mengisbat masyarakat yang nikah sirih tersebut.

Sedangkan untuk angka kasus perceraian  khusus di daerah Bunguran ini ,mulai dari  Bunguran Timur, Bunguran Selatan, Bunguran Timur Laut, Bunguran Barat dan Bunguran Tengah kalau  dikakulasi dari waktu 3 tahun ini ada sekitar 40 % dari sekitar 700 kasus perceraian yang terjadi di seluruh Kabupaten Natuna.

Menurunnya perceraian pada tahun 2014 ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang tidak setuju dengan adanya usaha-usaha pratik-pratik protitusi di wilayah Natuna. Menekan hal tersebut Bupati Natuna Drs.H. Ilyas Sabli,M.Si, belum lama ini terang-terangan menegaskan bahwa.”Tidak akan ada di kepemimpinan Ilyas dan Imalko untuk melegalkan usaha protitusi di Daerah Kabupaten Natuna ini.”tegas Ilyas.(herman)

Ditulis Oleh Pada Kam 02 Okt 2014. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda