'
| | 2.585 kali dibaca

Kapal Perang Amerika Telah Berlabuh di Anambas

Bupati Anambas, Drs Tengku Muhtarudin (pakai topi) ketika berkunjung ke kapal perang Amerika.

Bupati Anambas, Drs Tengku Muhtarudin (pakai topi) ketika berkunjung ke kapal perang Amerika.

Terempa, Radar Kepri- Dalam rangka pelaksaan Multilateral Comodo 2014 yang di laksanakan di tiga kota, Batam, Anambas dan Natuna dengan menghadirkan 18 Negara. Saat ini, Senin (31/03) kapal perang dari Amerika telah berlabuh di perairan desa Nyamuk, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Kapal Negara adi daya yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan itu bekerjasama dengan Dinkes KKA mulai menggelar pemeriksaan medis bagi warga desa Nyamuk. Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan di laksanakan di sampaing puskesmas agar bisa berdekatan dengan apotik sehingga operasi ringan bisa di lakukan di puskesmas.

Sedangkan untuk penyakit yang lainnya, seperti katarak harus di rujuk ke kapal karena memiliki alat yang lengkap untuk melakukan oprasi katarak di atas kapal tersebut. Tim medis medis Arroganti dan Bardwit dan dua orang warga Negara Jepang sudah lama bertugas di Amerika, juga turut serta melakukan pemeriksaan.

Jumlah masyarakat desa Nyamuk yang mendaftarkan diri untuk melakukan pemeriksaan mencapai 705 orang selama 2 hari pendaftaran. Namun saat pelaksanaan pemeriksaan medis yang di lakukan hanya sekitar 405 orang yang hadir. Lima orang di antaranya di rujuk ke kapal untuk mnelakukan oprasi katarak.

Agus Suracman, tim evaluasi saat di konfirmas awak media ini menjelaskan.”Untuk pemeriksaan ini, kita dapatkan penyakit kelenjar pembesaran leher atau pembesaran kelenjar (kiroid) yang kami rujuk ke kapal. Selain itu, untuk penyakit lainnya seperi penyakit katarak, penyakit kulit dan sakit gigi. Di aula sudah kami siapkan 5 stand, di antaranya untuk poli 4 stand umun dan 1 untuk penyakit dalam. Kalau untuk penyakit terberat, tidak ada kami temukan. Yang di anggap paling berat di Desa ini, hanya tumor kecil yang tidak begitu parah.”terang.

Masih Agus.”Hambatan saat ini, tidak adanya komunikasi dan koordinasi, karena tidak ada adanya signal sama sekali. Selain itu, untuk obat-obatan untuk saat ini di Desa Nyamuk sudah mencukupi. Tapi kalau untuk di Jemaja dan Terempa, kita belum tahu. Masalah obat-obatan kita kembalikan kepada Dinas Kesehatan. Kita di sini hanya 3 hari saja dan kami juga mendatangka 20 dokter spesialis dari Universitas Indonesia (UI) ” jelasnya.

Pelaksaan pemeriksaan medis memiliki pasien terbanyak di Desa Nyamuk, rata-rata pasiennya memiliki penyakit katarak namun tidak terlalu banyak untuk sekarang.

Bupati Anambas Drs T Muchtarudin saat dikonfirmasi mengatakan.”Atas nama pemerintah daerah kami, ucapkan banyak terima kasih dengan serangkaian acara multilateral Comodo. Karena memberi manfaat bagi masyarakat perbatasan, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Masyarakat yang belum di tangani di puskesmas untuk pasien katarak melakukan oprasi katarak di atas kapal.”katanya.

Dikatakan Bupati.”Sedangkan untuk masalah jaringan, kami sudah meminta tolong kepada kominfo untuk mengaktifkan tower, karena susahnya jaringan di Desa Nyamuk ini. Sedangkan, masalah obat-obatan kita akan membantu khusunya acara multilateral pihak pemerintah membantu semaksimal. Kita membantu khususnya acara multilateral dan memberi bantuan obat untuk bakti sosial. Untuk pasien penyakit katarak sampai sekarang sudah tidak terlalu banyak, karena sudah di cicil dan semua di lakukan di kapal dengan 16 orang dokter spesialis.”jelasnya.

Bupati menghimbau agar masyarakat yang mau berobat  agar segera mendaftar, tapi kalau mau menmdaftar sekarang sudah terlambat.”Namun kami sudah pernah melakukan himbauan untuk warga agar mau mendaftar untuk pengobatan. Juga kami ucapkan lagi terima kasih untuk Angkatan Laut (AL) yang mau masuk ke pelosok-pelosok desa kami untuk melihat keadaan kesehatan masyarakat Desa Nyamuk.”kata Bupati.

Kapal rumah sakit yang menerima pasien operasi maupun pemeriksaan medis ini berawal dari Desa nyamuk dan akan ke Jemaja untuk melakukan pemeriksaan medis untuk warga Jemaja. Kapal berupa rumah sakit berisi tim medis yang bergabung  dari negara China, Malaysia. Namun tim medisnya lebih banyak orang China dengan berjumlah 15 orang dan lengkap dengan alat-alat oprasinya.

Untuk pelaksanaan pemeriksaan di lakukan di dua tempat, di rumah sakit bergerak Jemaja dan di kapal. Sedangkan untuk di Terempa, oprasi akan di lakukan di kapal yang berlabuh di pelabuhan Pelni. Sedangkan untuk Palmatak akan di lakukan operasi di atas kapal dan tidak menggunakan rumah sakit karena akses jalan kurang bagus.(yuli)

Ditulis Oleh Pada Sen 31 Mar 2014. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda