' '
| | 914 kali dibaca

Kanwil BPN Kepri Janji Hari Ini Turun ke Lokasi PT CDA

Ariwibowo, Kakanwil BPN Provinsi Kepri sedang mendengarkan aspirasi warga penggarap lahan di Km 15 Tanjungpinang, Senin (07/09).

Ariwibowo, Kakanwil BPN Provinsi Kepri sedang mendengarkan aspirasi warga penggarap lahan di Km 15 Tanjungpinang, Senin (07/09).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kening Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Provinsi Kepulauan Riau (Prov Kepri) Aribowo berkerut dan terdunduk lesu selama menyimak tuntutan ratusan warga penggarap dari kilometer 15 kelurahan Air Raja, kecamatan Tanjungpinang Timur, kota Tanjungpinang yang menggelar orasi damai di halaman kantornya, di Jl MT Haryono Km 3 Tanjungpinang, Senin (07/09).

Ditengah kerumunan warga yang berorasi, Aribowo berjanji akan turun kelapangan pada Selasa (08/09) kelokasi tanah yang telah puluhan tahun ter-indikasi terlantar,”Saya sangat berterimakasih pada bapak-ibu semuanya yang telah datang menyampaikan aspirasi dengan baik ke sini. Insya Allah, besok sekitar pukul 10 00 Wib, kita turun bersama-sama ke lokasi tersebut.”janjinya dihadapan ratusan pendemo.

Sebelumnya, Indra Jaya selaku, koordinator papangan (korlap) para pendemo, Kami meminta kepastian pada Kakanwil Prov Kepri.”Diberi surat apa pak ?. Atau kami naikan kemobil sekarang juga untuk melihat lokasi tanah yang terindikasi terlantar itu.”sebut Indra Jaya pada Kakanwil Kepri dalam demo dibawah pengawalan ketat puluhan polisi dari Polres Tanjungpinang.

Menurut Indra Jaya, pihaknya sangat heran.”Entah permainan apa yang dimainkan mereka. Sehinga pihak pemerintah Prov Kepri enggan untuk menindak lanjuti Instruksi Menteri Aararia, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI). Padahal jika merujuk kepada, Instruksi Menteri, Nomor 2 tahun 2015, tentang percepatan pelaksanaan inventarisasi, tanah terindikasi terlantar, cegah konflik dan restribusi tanah, itu yang pertama.”Heranya.

Poin ke 2,lanjut Indra Jaya yang akrap disapa Indra, segera lakukan identifikasi dan penelitian serta buat laporan kementeri Agraria, Kepala BPN RI tentang tanah terindikasi terlantar oleh PT Citra Adi Daya Titya (CDA) seluas 253 Hektar, tetapkan menjadi tanah terlantar.”Jika alasan Kakanwil BPN Kepri tidak ada anggaran dari negara untuk menyelesaikan permasalahan ini. Maka warga penggarap di Km 15 Kelurahan Air Raja siap menyumbangkan dana pada BPN Kepri.”teriak Indra disambut dengan tepuk tangan seluruh pendemo.

Poin 3, pinta Indra, Hentikan pemagaran lahan warga yang dilakukan PT CDA secara sepihak dengan menggunakan preman untuk, menakuti warga. Dan asprasi ke 4, Berikan hak atas tanah untuk warga Km 15 untuk rumah tempat tinggal dan pertanian.

Pantauan media ini dilapangan, sekitar satu jam para pendemo menggelar orasi damai dihalaman kantor BPN Kepri, berjalan dengan baik. Tidak terlihat ada ketegangan, situasi aman dan tertib. Sebelum membubarkan barisan sejumlah masa, bersalam-salaman dan mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membatu mengamankan jalanya orasi.

Siangnya, usai dari kantor Kantor Kanwil BPN Kepri, para pendemo menggelar aksi dan tuntutan serupa di kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang. Disini terungkap, ternyata lahan PT CDA tersebut telah mengantongi ijin prinsip untuk ijin mendirikan bangunan (IMB).

Usai menggelar aksi dan penjelasan dari Pemko Tanjungpinang, warga kemudian kembali ke tempat mereka berkumpul sehari sebelum demo di gelar. Beberapa warga sempat ke lokasi PT CDA, bahkan sempat terjadi salah paham antara warga dan seorang penjaga lahan PT CDA tersebut. Dua warga sempat dimintai keterangan di Polres Tanjungpinang sehingga puluhan warga Km 15 mendatangi Mapolres Tanjungpinang hingga malam. Setelah dua warga tersebut diperolehkan pulang, warga membubarkan diri dengan tertib.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 08 Sep 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda