'
| | 1.592 kali dibaca

Kades Jangan Hanya Pandai Minta Uang Saja

Sosialisasi perpajakan

Bupati Natuna, Drs H Ilyas Sabli M Si ketika membuka sosialisasi perpajakan.

Ranai, Info Kepri-Bupati Natuna, Drs H Ilyas Sabli M Si tak kuasa membendung emosinya  ketika membuka sosialisasi perpajakan di RM Sisi Basisir, Jemangan,Ranai, Selasa (26/08) pukul 09 00 Wib. Kepala Desa jangan hanya pandai minta saja, tetapi kontribusi bapak-bapak apa untuk Daerah kita ini. Itulah sepenggal kalimat emosional sang Bupati dalam pembukaan Sosialisasi Perpajakan yang di selenggarakan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Natuna.

Ilyas gerah, mendengar adanya kabar yang sampai ketelinganya, bahwa akan ada Kepala Desa yang akan melakukan demo ke kantor Bupati Natuna, menuntut uang bantuan desa yang sampai sekarang belum di kucurkan Pemda.

Terkait hal tersebut, Ilyas menjelaskan.”ABPD kita memang sudah di sahkan dan berapa pos anggaran desa juga sudah di anggarkan tetapi uang itu belum dikucurkan  ke kas daerah Pemkab Natuna oleh pusat. Jadi apa yang akan dibayarkan oleh Pemda kepada Desa.”Kata Ilyas dengan nada tinggi.

Masih Ilyas.”Sisini saya katakanm APBD Kabupaten Natuna memang terbilang besar Rp 1,3 Triliunm tetapi itu semua dari penghasilan bagi hasil Migas pungutan pusat. Sementara yang bersumber dari PAD kita sungguh sangat minim sekali. Jadi sekali lagi saya tegaskan pada Kepala Desa, jangan hanya pandai meminta saja, tetapi  juga harus berusaha dalam  menunjang pendapatan Pendapan Asli  Daerah (PAD) kita ke depan.”terangnya.

Jadi untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah, tentunya di butuhkan kerjasama dan koordinasi yang solid dari semua pihak terkait. Seperti halnya PBB P-2 yang diharapkan dapat ditarik sebesar Rp 6,8 miliar, namun nilai kontribusi yang dapat dikumpulkan hanya 22 persen dari nilai diatas. Sedangkan realisasi penerimaan pajak periode Januari sampai Juli 2014 baru terkumpul 18,9 persen dari 1,5 Miliar target pengumpulan  pajak.

Hal ini, tentunya membutuhkan perhatian dan kerja keras dari semua pihak. Terutama dari Dinas Pendapatan Daerah.”Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi perpajakan sebagaimana yang kita selenggarakan saat ini, diharapkan dapat menjadi media penyebarluasan informasi, terutama bagi para juru pungut pajak yang menjadi unjung tombak penentu keberhasilan peningkatan realisasi nilai pendapatan asli daerah.”terangnya.

Kepada nara sumber, lanjut Bupati,”Saya juga inggin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena telah sudi meluangkan waktu berbagi informasi dengan kami disini. Semoga momentum ini dapat memberikan mafaat bagi kita semua. Terutama dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan  dibumi laut sakti rantau bertuah ini yang kita cintai ini.”papar Ilyas.

Masih Ilyas.”Sumber PAD kita sebenarnya kalau digali dan dikelola dengan baik, masih banyak yang belum tersentuh oleh pajak. Contohnya, seperti pajak tanah dan bangunan, kalau saya kira didaerah kita ini masih banyak yang belum terbenahi. Itulah tugas bapak-bapak kepala Desa,  tetapi kalau taunya minta tetapi tidak bekerja untuk daerah, jelas tidak mungkin. Ibarat ada hak dan kewajiban. Umpamanya saya punya koponakan, walaupun saya Bupati, koponakan saya hanya pandai makan-tidur, tentu lama-lama saya gerah juga, mungkin saya berpikir  kok anak ini hanya pandai makan dan minum tidur saja tetapi malas bekerja, tentu saja marah walaupun saudara.”terang Bupati.

Begitu jugalah hal Kepala Desa,  tiba-tiba datang menuntut hak saja tetapi untuk kontribusi  dalam pendapatan asli darah tidak ada bapak  lakukan.”Tentulah juga tidak mungkin.”Tegasnya.

Bupati mendengar ada kepada Desa yang hendak demo ke Kantor.”Saya pesan cepat-cepatlah udemo saya persilakan, supaya saya permalukan mereka.”cap Ilyas dengan nada tinggi.

Selain itu Ilyas, juga mengatakan dan mengingatkan kepada pihak pemungut pajak jangan asal-asal keluarkan  SPPT masyarakat.”Saya minta untuk kedepan agar benar-benar bekerja turun kelapangan, dan jangan sekedar kira-kira saja dalam penetapan pajak masyarakat. Sebab saya katakana seperti itu, saya sendiri mengalaminya, datang surat tagihan pajak kepada saya, tetapi tanah itu bukan saya yang punya ini-kan keliru.”ujarnya.Dan hal ini banyak dikeluhkan oleh Warga masyarakat.”Sekali lagi saya ingatkan ini perlu diperbaiki untuk kedepan.”Saran  Ilyas di hadapan ratusan peserta Sosialisasi Perpajakan dihadiri Camat, Kepala Desa.(herman)

Ditulis Oleh Pada Kam 28 Agu 2014. Kategory Lingga, Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda