' '
| | 584 kali dibaca

Jumlah Bocah Berjualan Koran Bertambah

Dua bocah perempuan sedang menjajakan kacang dan jagung rebus.

Dua bocah perempuan sedang menjajakan kacang dan jagung rebus, Senin (03/01), (foto by aliasar,radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Meskipun disorot oleh media ini tentang bocah berumur  9 tahun yang berkeliaran di pusat jajan kuliner Akau Potong Lembu yang berjualan koran terbitan Batam. Bukannya berkurang, malah tunas bangsa ini semakin bertambah banyak berkeliaran demi mengharapkan sesuap nasi. Kemanakah Dinas Sosial dan pengawas KPPAD Kepri yang ditugaskan pemerintah mengurus generasi penerus bangsa ini ?.

Senin (03/02) yang biasanya berjualan Koran pada siang dan malam hanya Reki dan Fazli serta Asmahul. Kini jumlahnya bertambah menjadi 4 orang bocah yang berjualan Koran dan Jagung rebus. Di antara mereka masing-masing ber-inisial Bd (9) dan Ag (12) kedua bocah ini anak dari pasangan Ahmad dan Ita warga Tanjung Unggat.

Ketika dijumpai awak media ini, dua saudara ini mengaku berjualan koran untuk cari uang.”Kami mendapatkan untung, satu eksemplar Rp 200. Kami sering dapat keuntungan rata-rata per-harinya sekitar Rp 23 ribu.”Kata kedua anak pasangan dari Ahmad dan Ita ini.

Kemudian lanjut kedua kaka beradik itu.”Uang yang kami dapat,  kami serahkan sama mamak, Rp 15 ribu. Sisanya kami gunakan untuk jajan dan main Playtatison (PS).”Katanya sambil ketawa.

Dua bocah laki-laki sedang menawarkan koran di Akau Potong Lembu,

Dua bocah laDua bocah laki-laki sedang menawarkan koran di Akau Potong Lembu, Senin (03/02) (foto by aliasar,radarkepri,com)

Jai (40) warga Tanjungpinang, sangat menyayangkan pembiaran dari Dinsos dan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) yang di biayai pemerintah, untuk mengawasi tunas  bangsa ini.”Kurang bekerja. Seharusnya Dinsos dan KPPAD serius untuk mengawasi bocah-bocah ini.”Sesal Jai.

Kemudian Tambah Jai.”Kemana sih petugas Dinsos KPPAD yang di gaji pemerintah itu. Apa kerja Dinsos dan KPPAD itu makan tidur saja ?. Apa mereka itu makan gaji buta saja ?. Sehingga anak-anak yang seharusnya menimba ilmu, dibangku sekolah malah di biarkan berkeliaran tengah malam.”sesal Jai. Pantauan awak media ini, dilapangan bukannya berkurang generasi penerus bangsa turun kejalan, malah bertambah marak.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 03 Feb 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek