| | 1.712 kali dibaca

Jubelium 110 Tahun GKPS Semarak di Batam

Syamas Radiapo Sinaga

Syamas Radiapo Sinaga.

Batam, Radar Kepri-Akhirnya, sampai juga Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS ) di seantaro tanah air merayakan Jubelium 110 Tahun masuknya Injil di tanah Simalunggun (2 Sepetember 1903-2013). Perayaan jubelium 110 tahun injil di Simalungun rayon III distrik VI (Resort Batam-4 gereja, Resort Tanjungpinang-3 gereja, Resort Batam Barat-3 gereja), Minggu (29/09), berjalan semarak dengan dimeriahkan perlombaan koor antar gereja. Audotorium Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam, tempat terselenggaranya acara tumpah ruah oleh lautan manusia. Ketua umum pesta jubelium ini, Syamas Radiapo Sinaga, dengan penuh semangat menyampaikan sambutannya secara ringkas dan padat. Ayah 4 orang anak ini mengajak seluruh jemaat untuk meneruskan penginjilan dimana pun berada. Karena kedatangan injil di Simalungun membawa penerang bagi masyarakat yang sebelumnya hidup dalam kegelapan. Begitupun dengan Ephorus GKPS, Pdt Jaharianson Mth Phd, lewat kotbahnya pada kebaktian tersebut menghimbau seluruh warga GKPS untuk lebih banyak lagi berbuat. Karena, selama ini GKPS kurang dalam hal pelayanan (perbuatan/tindakan nyata) kendati dalam persekutuan warga GKPS lulus sensor. “Visi perayaan Jubelium 110 tahun GKPS, institusi dan warga jemaat di panggil untuk menjadi berkat bagi sesama dan lingkungan. GKPS harus pro-aktif bukan reaktif menanggapi pergumulan jemaat. GKPS di panggil sebagai bagian dari solusi bukan bahagian dari masalah. Kehadirannya secara fisik bangunan, organisasi, sebagai warga harus mendatangkan sukacita bagi orang lain,” himbaunya. Pdt Sudiarlensius Purba STh (Pendeta resort Batam), Pdt Jhon Henrikson Haloho STh MA (Pendeta Resort Batam Barat), Pdt Zenriahman Sipayung STh (Pendeta Resort Tanjungpinang), PW Rose Adelina (Tiban Maranatha), Vikar Pdt Elva Rini Purba STh (Tanjung Piayu), Vikar Pdt Chami Haloho STh (Tanjung Balai Karimun) dan Pdt Jameldin Sipayung STh MA (Praeses GKPS Distrik VI), ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Begitupun dengan dengan beberapa calon legislative untuk tingkata Provinsi maupun kota Batam dan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Acara yang digelar secara akbar ini dikemas dengan apik dan menarik. Para peserta lomba paduan suara dari 9 gereja menunjukkan kebolehan masing-masing. Dengan beraneka ragam busana dan gaya menyanyikan lagu paduan suara yang berjudul Diate Tupa Ma, peserta koor tampil percaya diri. Sungai Panas, dengan nomor undi 3 tampil dengan kostum gaun dominasi oren diimbangi pernik-pernik sebagai aksen agar tidak terlalu polos akhirnya keluar sebagai terbaik satu. Diikuti dengan peserta koor dari Batu Aji, yang juga tampil dengan kostum kebaya berwarna oren dengan variasi model yang lebih modern tampil sebagai terbaik dua. Dan memang sudah di prediksi sebagai juara, dengan penampilan yang percaya diri dibalut kostum kebaya berwarna pink dipadu dengan lis berwarna hijau, tim paduan suara Taman Raya berhasil menempati urutan terbaik 3. Sementara kontingen paduan suara asal Resort Tanjungpinang baik, Bintan Utara, Sungai Jang dan Air Raja, tidak satupun masuk nominasi juara. Kendati peserta koor dari Bintan Utara tampil cukup bagus dengan busana kebaya berwarna hijau tetapi belum mampu mengalahkan para peserta paduan suara asal Batam. Sedikit mengulas rekam jejak hadirnya GKPS di Kepulauan Riau (Kepri), yang dirangkum seksi sejarah (Pdt Sudiarlensius Purba STh, Pdt Jhon Henrikson Haloho STh MA, pengantar jemaat se resort Batam). Hadrinya GKPS bermula dari Ikatan Keluarga Simalungun (IKS) yang lahir 1 Juli 1986 di Tanjungpinang. Yang dibidani oleh, HM Saragih, sebagai ketua, didamping DJ Purba sebagai wakil ketua. Posisi bendahara di tempati, O Sitompul (almarhum), dan bendahara, AL Naingolan. Dalam perjalanannya, IKS berkembang menjadi sebuah arisan kecil sekali sebulan dan 11 Januari 1987 IKS mengadakan kebaktian syukuran awal tahun yang pertama bertempat dirumah, J saragih, Batu 5 bawah. Singkatnya, 19 Februari 1988, diadakan pertemuan dirumah, DP Sinaga, yang dihadiri oleh, Pdt RJ Girsang, dan mengagas pendirian GKPS di Tanjungpinang. Arisan sekaligus ibadah pada 14 Maret 1988, didiskusikan pendirian GKPS persiapan Tanjungpinang. Dan dibentuklah pimpinan majelis GKPS persiapan periode 1988 hingga 1990. Pengantar Jemaat diembankan kepada, Jeremias Sijabat, wakilnya Djokter Saragih, sekretaris Berman Saragih dan wakilnya O Sitompul (Almarhum). Sedangkan bendahara di pegang oleh DP Sinaga, dan anggota terdiri dari Jamasri Purba, Janlu Saragih, Kalentiana Saragih, CY Purba, Jen Saragih, Hadi Maja Saragih, A Naingolan dan ML Manihuruk. 22 Mei 1989, persekutuan sekaligus evangelisasi IKS diadakan dirumah CY Purba dan pada kesempatan itu dihadiri oleh sekretaris jendral GKPS, Pdt HM Girsang, praeses GKPS distrik III, Pdt JK Purba, dan pendeta resort Pekanbaru, Pdt RJ Girsang. Rombongan ini menyempatkan diri singgah ke Batam untuk mengunjungi warga Simalungun yang berada di kota tersebut. Waktu yang terus bergulir, membawa perkembangan yang berarti bagi IKS, dari persekutuan yang dilakukan sekali sebulan menjadi satu kali seminggu. 25 Juni 1989, menjadi kebaktian minggu pertama di GKPS persiapan Tanjungpinang. Diikuti pada tanggal 16 Desember pada tahun yang sama merayakan Natal pertama bertempat di jalan Dewa Ruci. Dan pada saat itulah muncul usulan untuk membangun tempat ibadah (Gereja) GKPS. Gayung bersambut, CY Purba, bersedia menghibahkan tanahnya yang berlokasi di Sungai Jang (GKPS Tanjungpinang sekarang) dan DP Sinaga, menyumbangkan sebidang tanahnya di KM 12 arah Uban. J Tondang, bertindak sebagai fasilisator dalam bidang transportasi selama proses pembangunan gedung gereja. Untuk IKS Batam sendiri, sudah berdiri sejak tahun 1985 dengan 12 Kepala keluarga, yang menjadi cikal bakal berdirinya GKPS Batam. Ringkasnya, pimpinan pusat GKPS mengeluarkan SK penempatan, Pdt JD Saragih di Resort Pekanbaru tetapi bertempat tinggal di Tanjungpinang untuk pelayanan daerah Kepri. Dengan perkembangannya dan tuntutan pelayanan, kini GKPS terbagi dalam 3 resort. Resort Batam dengan menaungi 4 gereja diresmikan pada 24 November 1996, Resort Tanjungpinang dengan jumlah 3 gereja diresmikan 7 Agustus 2011 dan Resort batam Barat dengan 3 gereja dikukuhkan 2 bulan kemudian setelah resort Tanjungpinang. Tepatnya, 30 Oktober 2011.(lanni)

Ditulis Oleh Pada Sab 05 Okt 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek