| | 1.019 kali dibaca

Juanda dan Ruslan Desak Jaksa Usut Suap di Komisi IV DPRD Batam

Juanda, aktifis LSM dan Ruslan Khasbulatov, wakil ketua DPRD Batam

Juanda, aktifis LSM dan Ruslan Khasbulatov, wakil ketua DPRD Batam.

Batam, Radar Kepri-Perseteruan anggota DPRD kota Batam, Rusmini Simorangkir versus  Diana Titik Widiyati, sesama anggota komisi IV dewan Batam. Bermula dugaan uang suap dari dinas Pendidikan kota Batam terus mendapat soratan dari masyarakat Batam. Besok, Senin (02/12), Juanda, seorang aktifis LSM berencana melaporkan dugaan korupsi tersebut ke Kejari Batam.

Dijumpai Radar Kepri di Batam Center, Minggu (01/12), Juanda menilai tindakan dan ulah para legislator Batam itu sudah keterlaluan dan mengkhianati amanah rakyat Batam.”Besok, secara resmi saya akan buat laporan ke Kejari Batam bersama data-data yang kami punya.”tega Juanda.

Setelah melaporkan, lanjut Juanda, pihaknya akan mendesak Kejaksaan untuk mengusut tuntas dugaan suap tersebut.”Kami serius menanggapi kasus yang mencoreng marwah DPRD Batam ini. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Kasus ini sangat memalukan karena diduga dilakukan wakil rakyat yang sudah diberi amanah oleh rakyat. Tapi, mereka itu telah melakui hati dan perasaan rakyat yang sudah memberi amanah kepada mereka.”ujar dengan nada kecewa.

Pihaknya berharap kepada rakyat Batam.”Pada pemilu 2014 nanti,  jangan pilih lagi wakil rakyat yang seperti ini.”harapnya.

Saati ini, lanjut Juanda,  dirinya dengan rekan-rekan sesama aktifis anti korupsi  yang ada dikota Batam telah menggalang kekuatan, untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum.”Terutama  melaporkan kasus tersebut kepada penegak hukum Kejaksaan Negeei Batam, besok.”janjinya.

Selain menempuh jalur hukum, kata Juanda.”Kami juga akan minta haering  ke dewan untuk rapat dengar pendapat. Mmendalami  sejauh mana kebanaran kasus diatas. Kkalau hal memang benar, tentu kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar kasus lain yang ada di DPRD Batam.”sebutnya.

Sebulumnya Wakil Ketua DPRD kota Batam Ruslan Khasbulatov, ketika di wawancarai oleh salah media radio swasta yang ada di kota Batam. Terkait perseteruan, Rusmini Simorangkir versus Diana Titik Widiya yang bermula dari dugaan suap yang mengalir kekomisi IV DPRD Batam dari dinas Pendidikan Batam sebesar Rp 200 juta. Ruslan minta Kejasaan Negeri Batam mengusut kasus tersebut.”Kasus ini sangat memalukan dan merusak citra dewan yang terhormat ini. Karena itu, kita minta Kejaksaan Negeri Batam mengusut tuntas.”tegas Ruslan.

Adakah jaksa Batam “bernyali” mengusut, mengungkap dan menangkap “tikus” dikantor wakil rakyat Batam itu ?. Karena sejak Kejari Batam berdiri, belum pernah terjadi dalam sejarah, ada anggota DPRD Batam aktif yang berani diusut jaksa Batam. Masyarakat Batam menunggu kiprah dan komitmen Kejaksaan Batam.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 01 Des 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda