' '
| | 1.236 kali dibaca

Jelang Imlek, Buah Impor “Beracun” Kembali Marak di Kepri

Buah impor yang diduga seludupan dan beracun membanjiri kota Tanjungpinang dan Kepri menjelang Imlek.

Buah impor yang diduga seludupan dan beracun membanjiri kota Tanjungpinang dan Kepri menjelang Imlek, foto diambil Kamis (23/01). (foto by aliasar,radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Menjelang hari Raya Imlek ke 2565 di Tahun Kuda yang jatuh pada 31 Januari  2014. Sejumlah buah impor yang diduga beracun kembali “menyerbu” dan membanjiri Tanjungpinang dan Kepri. Diduga beracun karena terindikasi mengandung bahan pengawet berupa formalin dosis tinggi.

Hampir setiap toko dan supermarket serta swalayan di dalam kota Tanjungpinang di padati oleh buah impor tersebut. Hal ini terlihat ketika awak media ini, melakukan investigasi di sejumlah titik dalam kota Tanjungpinang, Kamis (23/01). Seperti toko-toko Jl Tambak, supermarket dan swalayan Bintang Rezeki, Jl Brigjend Katamso Batu 2, Supermarket Bintan 21 di Jl Ir Sutami Suka Berenang, di padati oleh buah-buahan impor “beracun”.

Buah-buahan yang diduga beracun tersebut seperti buah jeruk, apel dan lengkeng, nama terakhir dikenal denganbuah mata kucing serta buah peair yang di datangkan (impor) dari luar negeri. Disinyalir buah impor “beracun” tersebut mulus masuk dengan menggunakan kapal laut. Informasi yang diterima awak media ini dilapangan, buah-buahan tersebut datang diri luar, di seludupkan melalui di pelabuhan tikus. Seperti di Plantar Datuk, Potong Lembu, dan perairan Pulau Bayan.

Buah-buahan impor itu.”Kini sedang banjir pak, karena beberapa hari lagi akan hari raya Imlek. Buah itu kebanyakan untuk sembayang hari raya, Makanya setiap hari mau raya, buah-buahan itu banyak datang.”Kata Ati, seorang warga Tanjungpinang yang dijumpai Radar Kepri, Kamis 23/01).

Anehnya meskipun barang impor dari luar negeri diduga masuk secara illegal dan berbahaya bagi kesehatan serta gencar “menyerbu” kota Gurindam ini. Namun, belum satupun dalang penyeludup buah impor manis yang “beracun” ini ditangkap petugas terkait.”Legalitas barang impor itu bagaimana ?. Apa tunggu ada yang mati keracunan dulu baru petugas bertindak.”heran Ati.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 23 Jan 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek