' '
| | 3.897 kali dibaca

Janda Beranak 4 Mengaku Sering Jual Sabu ke Sepia PNS

Inilah Zubaedah, janda beranak 4 yang menjual sabu pacar gelap seorang  PNS.

Inilah Zubaedah, janda beranak 4 yang menjual sabu pacar gelap seorang PNS.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Zubaedah mengaku menjual sabu ke Lafran, namun saat Lafran menikmati sabu dikamar 205 hotel Sinta ditangkap BNN Kota Tanjungpinang pada 25 Mei 2016.

Hal ini terungkap dalam persidangan di PN Tanjungpinang, Rabu (19/10). Setelah Lafran ditangkap, petugas meminta Zubaedah memesan kembali narkoba ke Zubaedah. Saat Zubaedah mengantarkan Sabu seberat 2,5 gram ke Lafran, langsung ditangkap di parkiran hotel Sinta.

Terdakwa Zubaedah mengaku menjual sabu sekitar 4 atau 5 kali, namun Lafran di BAP penyidik BNN Kota Tanjungpinang mengaku sering beli. Saking seringnya, Lafran mengaku sudah tidak ingat lagi jumlah transaksi.”Itu tidak benar pak, rekayasa Lafran saja.”sanggah Zubaedah.

Meskipun baru kenal dengan Lafran yang PNS, Zubaedah mengaku kenal dengan cewek (pacar) Lafran.”Biasanya, untuk Lafran sabu dipesan cewek Lafran.”ujar Zubaedah, janda beranak 4.

Dimana sabu itu dipesan dari Eka (displit).”Selain ambil sabu dari Eka, Zubaedah mengaku membeli dari Salam, warga Karimun.

Eka beli sabu dari Sandi Richard Ginting melalui telpon dengan cara mengirimkan uang ke rekening Sandi R Ginting. Setelah uang dikirim barulah narkoba diberikan dengan sistem lempar, dimana barang (sabu) itu dilempar ditempat yang ditentikan Sandi R Ginting. Saat kasus ini terjadi, Sandi Richard Ginting saat ini berada dalam panti rehabilitasi narkoba di Batam.

Terdakwa Zubaedah mengaku tidak mengambil keuntungan dari menjual ke Lafran.”Kalau dari Eka pernah dapat uang Rp 50 ribu untuk uang bensin.”ucapnya.

Sidang dilanjutkan Rabu (26/10) dengan agenda mendengarkan tuntutan jaksa.(irfan)

 

Ditulis Oleh Pada Rab 19 Okt 2016. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda