' '
| | 979 kali dibaca

Jaksa Limpahkan Berkas Mantan Hakim ke Pengadilan Tipikor

Dua dari tiga tersangka korupsi DKP Natuna, Heca Janatra dan Herwanto alias Wawan.

Dua dari tiga tersangka korupsi DKP Natuna, Heca Janatra dan Herwanto alias Wawan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Widianto SH dari Kejaksaan Negeri Ranai, Natuna telah melimpahkan berkas 3 tersangka korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Natuna ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Tanjungpinang, Rabu (08/07).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Josia Koni SH MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Bambang Widianto SH dikonfirmasi radarkepri.com melalui ponselnya membenarkan telah melimpah berkas ketiga tersangka ke Pengadilan Tipikor.”Sudah bang, semalam dilimpahkan.”tulis Bambang Widianto SH menjawab konfirmasi media ini, Kamis (09/07).

Tiga tersangka itu adalah Ir Tedjo Sukmono A Pi, M Si (51), Heca Janatra (47) dan Herwanto alias Wawan. Trio tersangka korupsi DKP Natuna ini ditetap sebagai tersangka sejak 22 September 2014 berdasarkan surat nomor LB-465.a/N.10.13/Fd.1/09/2014 menindaklanjuti surat perintah penyidikan (Spirindik)  nomor PDS-01/RANAI.08/2014 tertanggal 04 Agustus 2014 yang ditandatangani Kejari Natuna, Josia Koni SH.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi pada kegiatan belanja bantuan sosial (bansos) kepada 60 Kelompok Usaha Bersama (KUB) pekerjaan pembutan rumpon dan pemberdayaan masyarakat nelayan melalui pelatihan penangkapan ikan laut di DKP Natuna Tahun Anggaran (TA) 2012 bersumber dari APBD Natuna 2012.

Informasi yang dihimpun radarkepri.com, pada tahun 2012 Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran Rp 6 Miliar untuk kegiatan tersebut diatas. Dalam melaksanakan kegiatan untuk 60 KUB, pekerjaan pembuatn rumpon dan pemberdayaan masyarakat nelayan melalui pelatihan penangkapan ikan di laut. Kepala DKP Natuna selaku Pengguna Anggaran dijabat Ir Tedjo Sukmono, sedangkan Heca Janatra menjabat ketua KUB Rumpon Mitra Sejahtera yang melakukan dan mengelola kegiatan pembuatan rumpon dan pelatihan nelayan menangkap ikan di laut. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh Herwnto alias Wawan.

Ternyata, setelah tim penyidik Kejaksaan Negeri Natuan menggelar pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) ditemukan dugaan tindak pidan 60 korupsi. Kejaksaan kemudian meningkatkan ketahap penyelidikan (lid), pulahan saksi dan dokumen diminta penyidik. Akhirnya ditemukan dua alat bukti yang sah untuk meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan (dik). Tim penyidik akhirnya menetapkan tiga orang tersebut diatas sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan kerugian negara yang terjadi.

Modusnya, dengan memanipulasi data calon penerima bantuan sosial (bansos) untuk 60 KUB, dimana proposal pengajuan penerima bukan dari KUB melainkan dibuat oleh Herwanto alias Wawan. Rencna Anggaran Belanja (RAB) dibuat dan diajukan tanpa persetujun dari 58 KUB dan masing-masing KUB tidak pernah menandatangani RAB. Kemudian, kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan melalui pelatihan penangkapan ikan di laut tidak dilaksanakan oleh DKP Natuna.

Akibat perbuatanya “tiga sekawan” ini, selain merugikan nelayan juga merugikan keuangan negara Rp 2 350 888 00. Perbuatan tersangka dijerat, primer melanggar pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemeberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Subsidier melanggar pasal 3 junto pasal 18 UU yang sama.

Setelah berkas dan tersangka dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, ketua pengadilan akan menunjuk majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili kasus ini.”Hari ini berkasnya dinaikkan bang. Ketua sedang menentukan majelis hakim yang akan mengadili perkara ini.”ujar seorang panitera Pidana Khusus Pengadilan Tipikor PN Tanjungpinang.

Tersangka Ir Tedjo Sukmono A Pi M Si merupakan mantan hakim ad hoc perikanan di Pengadilan Negeri Ranai Natuna sebelum menjabat kepala DKP Natuna. Ketiganya ditahan penyidik sejak 29 Januari 2014 dan saat ini mendekam di Rutan Kelas II A Tanjunpinang.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 09 Jul 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Jaksa Limpahkan Berkas Mantan Hakim ke Pengadilan Tipikor”

  1. DPW LSM LIDIK Kepri

    Hukum Gantung Para Koruptor, Bukan Negera Saja yg ditipu tapi Masyarakat Nelayan juga ditipu oleh 3 sekawan. Kami mendesak agar Pengadilan Tipikor tdk main2 dan menjatuhkan hukuman mati pada 3 koruptor yg tak punya hati nurani, dan pada pada penyidik agar terus mencari rangkaian kemana aje uang itu mereka setorkan.

Komentar Anda