| | 724 kali dibaca

Jaksa Diminta Usut Dugaan Korupsi Puluhan Miliar Proyek Pengelolaan Sampah

Yusril, ketua LSM Barelang Batam.

Yusril, ketua LSM Barelang Batam.

Batam, Radar Kepri-Pengelolaan sampah di kota Batam terus jadi sorotan masyarakat, bagaimana tidak. Hampir tiga mingu sampah di kota Batam tidak diangkut di perumahan mereka. Tak jarang sampah sepanjang jalan bertumpuk-tumpuk hingga berserakan di pinggir jalan yang dibuang warga.

Hal ini, karena tidak becusnya kinerja anak buah pasangan Walikota dan Wawako Batam, Drs H Ahmad Dahlan-Rudi SE, Sulaiman Nababan sebagai Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan kota Batam. Yang merasakan dampaknya masyarakat, selain menimbulkan bau busuk, tumpukan sampah itu juga menebar virus yang menimbulkan penyakit, mengancam kesehatan warga.

Hal ini disampaikan Yusril, ketua LSM Barelang Batam pada awak media ini, Kamis (08/01) di Batam Center.”Hal di atas tersebut,  di duga akibat modus turut sertanya Wawako Batam Rudi  SE yang minta pengololaan sampah di kota Batam di swakelola dengan mengucurkan dana  miliaran Rupiah, yang disinyalir sarat dengan korupsi.”terangnya.

Hal ini bisa di lihat, lanjut Yusril, tidak berdampak apa-apa terhadap kenerja Dinas Kebersihan Pertamanan kota Batam dalam pengelolaan sampah.”Dengan bukti, sampah di kota Batam tetap saja menumpuk.”jelasnya.

Yang menjadi tanda tanya bagi, apakah problem sampah ini akan dijadikan pencitraan bagi Rudi  untuk maju sebagai walikota Batam yang akan datang.”Kalau hanya untuk pencitraan, tentu hal tidak sepatunya diswakelolakan. Karena selama ini, swakelola jadi ajang kongkalingkong yang dibiarkan menjadi santapan untuk kepentingan memperkaya diri, hasilnya sampah yang dikambing hitamkan.”ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Yusril, masyarakat Batam sudah muak dengan pola tingkah laku para pejabat terkait proyek pengelolaan sampah yang  diduga jadi “sarang” korupsi.”Yang lebih aneh lagi ketika masyarakat Batam dilanda bau busuk. Walikotanya malah membeli mobil dinas dengan harga miliaran, ini memang suatu contoh yang tidak boleh ditiru, kedepan pemimpin seperti ini jangan dipilih lagi.”pintanya.

Sementara itu Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan dan Wakilnya Rudi SE dikonfirmasi radarkepri.com melalui SMS ke ponselnya, sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.

Masyarakat sangat berharap dugaan kasus korupsi pengelolaan sampah bisa diungkap agar pengelolaan sampah dikota Batam pada masa akan datang tidak selalu bermasalah.”Dari tahun ke tahun, masalah sampah selalu terjadi. Kejaksaan Tinggi Kepri diminta mengusut dugaan korupsi di pengelolaan sampah ini. Kita akan bantu Kejati Kepri jika mau mengusut masalah sampah ini.”pungkasnya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Kam 08 Jan 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek