| | 862 kali dibaca

Jaksa Diminta Tuntaskan Kasus Gedung Perpustakaan Natuna

Gedung perpustakaan daerah Natuna yang terlantar, kejaksaan diminta mengusut.

Gedung perpustakaan daerah Natuna yang terlantar, kejaksaan diminta mengusut.

Natuna,Radar Kepri-Bangunan gedung  Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Natuna  tinggal menunggu hari H untuk  ambrukan. Sebab gedung  Perpustakaan yang dibangun II lantai  dengan anggaran APBD Kabupaten Natuna  itu. Kini terlihat jelas  di sekitar  perkaranganya  sudah di tumbuhi oleh semak belukar hampir setinggi bangunan gedung  tersebut. Sedangkan di bagian atap juga terlihat satu sudah mulai berterbangan meninggalkan kayunya yang sudah lapuk di makan usia.

Beberapa tahun silam pembangunan gedung Perputakaan Daerah  Natuna ini sudah menggeruk  anggaran  APBD Natuna miliaran rupiah. Proyek pembangunan Gedung ini juga bermasalah pengerjaanya, bahkan sudah sampai ke ranah hokum di usut Kejaksaan Negeri Ranai.

Tetapi sampai saat ini, terhadap siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab  terhadap pembangunan ini juga tidak jelas titik terangnya. Saat ini sudah banyak pula celoteh di warung kopi di daerah Natuna mengatakan.”Sudah seharusnya kita masyarakat Kabupaten Natuna mempertanyakankan kembali  tetang kasus Gedung Perpustakaan  tersebut. Sebab, hingga saat ini  kita masyarakat Natuna belum pernah mendengar  terhadap putusan tetap proyek pembangunan gedung tersebut.”sebut beberapa orang pengunjung kedai kopi.

Ditambahkan,”Sebab kita selaku putra daerah Natuna  juga perlu tahu siapa yang  seharusnya  bertanggun jawab terkait kelanjutan proyek  ini. Pihak Kontraktor,  apa Pemda Natuna untuk melanjutkan pembangunan ini agar tidak semakinlapuk.”Kata Andi yang mengaku warga Setengar, Bunguran Selatan itu.

Masih Andi,  pihaknya meragukan proses hukum yang telah dilakukan pihak kejaksaan terdahulu.”Sebab hingga kini kami belum mendengar kasus ini sampai Pengadilan  Negeri Ranai, belum pula terdengar, siapa yang salah dan siapa yang bernarnya , terkait kasus ini. Yang ada, kasus ini hilang bak di telan bumi saja.”ujarnya.

Seandainya, pihak kontraktor yang salah tentu seharusnya di proses oleh pihak  penegak hukum sampai ke Hotel Prodeo alias Penjara. Begitu pula sebaliknya,  kalau tidak ada yang salah, tentulah  Pemda Kabupaten Natuna mengganggarkan  kembali untuk kelangsungan pembangunan tersebut.

Permasalahan ini memang membingungkan masyarakat Natuna, dengan banyaknya  pembangunan-pembangunan  Gedung-Gedung yang  di sia-siakan oleh Pemerintah Daerah. Semula.”Harapan kami pasangan pemimpin yang  baru bisa membawa perubahan, dan menyelesaikan  permasalahan yang  telah ditinggalkan oleh pemimpin yang lama. Namun, ternyata  masih jauh panggang  dari api, perubahan namun belum banyak.”Katanya.

Masih sumber yang sama, pihaknya berharap kepada Pimpinan Kejaksaan Negeri Ranai yang baru agar bisa menuntaskan proyek  pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah ini kemeja Pengadilan.”Agar kami masyarakat Natuna ini tahu  siapa yang salah dan siapa yang benar.”Harap Andi.(herman)

Ditulis Oleh Pada Ming 09 Jun 2013. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda