' '
| | 1.042 kali dibaca

Istri Walikota Jadi Caleg, Tambang Bauksit Ilegal Menjamur

Mobil melintas di Jl umum

Dumptruck bermuatan belasan ton biji bauksit yang bebas melintas di jalan raya menyebabkan kerusakan jalan dan merubah warna aspal menjadi kuning kecoklatan akibat bercecerannya biji bauksit di jalan raya tersebut. Selasa 23 Juli 2013. (foto by aliasar radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sore itu Selasa (23/07) sekitar pukul 17 12 Wib media ini mendapatkan informasi. Aktifitas tambang biji bauksit di hentikan warga kilometer 14 Senggarang. Awak media ini segera meluncur ke lokasi tersebut, namun ternyata aktifitas tambang sudah kembali berjalan.

Kemudian awak media ini langsung kembali dan melewati kantor Kejati Kepri di  Sei Timun, Senggarang. Terlihat, di sepanjang jalan menuju kantor korps Adhyaksa itu hingga Jl Daeng Celak disamping RSUP Kepri di kilometer 8 berubah warna menjadi kuning ke coklatan jalan tersebut. Padahal, jalan yang dibangun dari duit rakyat Tanjungpinang itu, aslinya berwarna hitam sesuai dengan aspal beton umummnya.

Dibeberapa titik ruas jalan terlihat lubang sebesar kubangan kerbau yang digenangi air bercampur lumpur akibat digilas dumptruk bermuatan belasan ton biji bauksit. Terkesan pemerintah dan aparat terkait membiarkan jalan itu sengaja dirusak.”Biar ada proyek perbaikan jalan tahun depan. Mafia semua nih yang bermain di tambang illegal ini.”bisik sumber media ini.

Kemudian awak media ini melanjutkan perjalanan ke Tanjung Lanjut menuju kantor Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH. Di lokasi ini, tepatnya sekitar 50 meter dari jembatan Tanjung Lanjut. Terlihat damptruck bermuatan belasan ton biji bauksit yang diduga memakai solar subsidi untuk menambang, bebas melenggang melintasi jalan umum. Akibatnya, jalan disekitar lokasi tersebut sudah banyak yang retak dan berlobang. Warna jalan itu tidak seperti jalan arah ke kantor Kejati Kepri.

Anehnya, meskipun telah disorot dengan beberapa kali media ini terkait dengan banyaknya jalan yang hancurnya karena gilasan roda damtruck yang bermuatan biji bauksit. Hingga hari ini, Selasa (23/07), Walikota dan aparat hukum terkait terkesan membiarkan pengusaha tambang menghancurkan fasilitas umum itu.”Sebenarnya kami sudah kapok dengan keberadaan sejumlah tambang bauksit illegal yang ada didaerah ini. Namun kami tidak bisa berbuat banyak, semuanya telah kami lakukan. Seperti demo menolak tambang bauksit, sudah sering kami lakukan. Namun tak juga ada hasilnya.”kata seorang warga Sei Timun yang enggan menyebutkan namanya, ketika dijumpai awak media ini dilokasi tambang tersebut.

Kemudian sumber itu menambahkan.”Jika walikota kita komitmen dengan visi dan misi-nya di saat sebelum pemilihan. Masalah kerusakan lingkungan akibat tambang illegal berkedok cut and fill  ini bisa saja di hentikan atau ditertibkan. Asalkan walikota ada perhatianya terhadap daerah ini. Tapi kita tidak tahu juga-lah. Mungkin saja, karena istri Walikota akan mencaleg dan perlu dana, sehingga tambang illegal dibiarkan.”keluh sumber.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 23 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek