'
| | 728 kali dibaca

Inilah Tanggapan DPRD Atas LKPj Walikota Tahun Anggaran 2015

Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH dan Ketua DPRD mendengarkan kesimpulan fraksi-fraksi yang dibacakan wakil ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani Pasaribu, Jumat (29/04).

Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH dan Ketua DPRD mendengarkan kesimpulan fraksi-fraksi yang dibacakan wakil ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani Pasaribu, Jumat (29/04).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Tanjungpinang meminta Kepada Walikota Tanjungpinang agar memerintahkan pada tim penyajian Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPj) agar memperbaiki data-data yang disajikan karena tidak sesuai dan kurang akurat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD) Kota Tanjungpinang, Suparno yang disampaikan Wakil ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani Pasaribu yang menyatakan data-data yang disajikan hanya data pada Tahun 2014 saja, sedangkan data pada Tahun 2015 tidak disajikan dan juga data luas kota tanjungpinang tidak singkron.”Misalnya data kemiskinan, yang ditampilkana data tahun 2014.Kalau kita menyajikan data di tahun 2015 pihak pansus bisa membandingkannya dengan tahun-tahun sebelumnya.”terang politisi dari partai Hanura ini dalam sidang Paripurna istimewa Penyampaian Rekomendasi DPRD Atas Laporan Keuang Pertanggungjawaban LKPj Walikota Tanjungpinang Tahun 2015 di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tanjungpinang, ‎Jumat(29/04).

Ahmad Dani Pasaribu, wakil ketua I DPRD Kota Tanjungpinang memaparkan pendapat fraksi-fraksi.

Ahmad Dani Pasaribu, wakil ketua I DPRD Kota Tanjungpinang memaparkan pendapat fraksi-fraksi.

Menurutnya selain temuan dari penyajian data yang tidak sesuai dan akurat, pihaknya juga menemukan bebarapa temuan pada ‎pengelola keuangan daerah seperti ada beberapa temuan dan catatan untuk dapat lebih diperbaiki lagi.”Temuan itu seperti pajak hotel, peraturan daerah mengenai parkir yang ‎belum optimal supaya ini dapat dikaji ulang oleh pihak dinas perhubungan kota Tanjungpinang sehingga lebih meningkatkan pengawasan dalam pemungutan dan retribusi pajak parkir sehingga meminimalisir kebocoran dalam penerimaan. Yang pada akhirnya meningkatkan PAD Kota Tanjungpinang yang pada intinya untuk kepentingan masyarakat luas.”terangnya.

Walikota dan ketua DPRD Kota Tanjungpinang berbincang sebelum paripurna dibuka.

Walikota dan ketua DPRD Kota Tanjungpinang berbincang sebelum paripurna dibuka.

Ahmad Dani Pasaribu juga menyebutkan temuan lainnya, seperti MoU Pemko Tanjungpinang denga pihak Pelindo I Tanjungpingan yang jelas perpanjangan MOU tersebut. Pansus juga menemukan bahwa rekapitulasi tunda bayar APBD Tahun 2015 tidak disajikan secara akurat dan rincian belanja ‎program dan kegiatan dengan total per-SKPD.”Dimana total rekapitulasi tunda bayar di LKPj sebesar Rp 78.155.177.939 sedangkan total dalam perincian kurang sebesar Rp 2.398. 585.818.”Selain itu, pansus juga terjadi perbedaan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum,  dalam LKPj dilaporkan anggaran sebesar Rp 61. 620.114.430 dan data dari dinas PU anggaran sebesar Rp 73. 342.793.709 perbedaan angka ini relatif besar.”bebernya.

Dalam penyelenggaraan even, belum dirasakan oleh pelaku usaha sebagai kontribusi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun lokal. Serta sinergesitas penyelenggaraan bersama stacholder belum optimal karena publikasi dan penyelenggara event sering diadakan.”Berhubungan dengan destinasi wisata masih belum optimal kegiatan dalam hal-hal sebagai berikut, penataan dan manajemen destinasi, pemberdayaan masyarakat disekitar destinasi wisata, kebersihan destinasi wisata, lambannya penanganan museum sebagai destinasi wisata, peningkatan jumlah destinasi wisata masih lamban dan kurang inovatif, keterlibatan pelaku usaha dalam berpromosimenurun, dan masih kurangnya pembinaan pelaku usaha dan masyarakat untuk menciptakan produk wisata.”terangnya.

SKPD yang hadir dalam paripurna DPRD Kota Tanjungpinang.

SKPD yang hadir dalam paripurna DPRD Kota Tanjungpinang.

Dimana diketahui data kunjungan wisatawan  ‎kekota Tanjungpinang dari Tahun 2012 sampai tahun 2015 mengalami penurunan. Tahun 2012 sebanyak 108. 785 wisatawan, tahun 2013 sebanyak 99.593 wisatawan, tahun 2014 sebanyak 97.179 wisatawan dan untuk tahun 2015 sebanyak 91.179 wisatawan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Jum 29 Apr 2016. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek