| | 649 kali dibaca

Inilah Saran Khairul Nasution Dalam Antisipasi Kecurangan Pemilu

Ketua DPW Partai PKNU Propinsi kepri,Kairul Nastion-

Khairul Nasution.

Batam, Radar Kepri-Dalam rangka meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) periode 2014-2019 mendatang. Ketua DPW Partai PKNU Provinsi Kepri, Khairul Nasution berharap kepada KPU pusat dan daerah membuat peraturan. Dimana, setiap kotak Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beri segel oleh semua partai pertai perserta Pemilu 2014 yang akan datang. Sebelum surat suara itu di serahkan kepada KPU Pusat.

Menurut Khairul Nasution, pemberian segel dari parpol peserta pemilu itu.”Untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh partai-partai tertentu.”kata Khairul Nastion kepada awak media ini di Batam Centre, Selasa (13/08).

Selain itu, lanjut Khairul Nasution, sisa surat suara yang tidak dicoblos karena pemilihnya ada yang golput, harus dimusnahkan dengan di saksikan oleh para saksi-saksi yang tunjuk oleh partai peserta pemilu.”Karena, bisa saja sisa kartu pencoblosan ini digunakan pihak-pihak tertuntu, untuk  menambah suara dengan mencoblos caleg tertentu dengan sisa kertas suara tersebut. Dan hasil rekap perhitungan suara itu juga harus di copy. Dan copy-nya diserahkan pada semua saksi dan di publikasikan pada publik.”jelasnya.

Karena, menurut Khairul Nasution, pada pemilu sebelumnya modus-modus seperti ini sempat mencuat ke publik. Seperti, sisa kartu suara pemilih yang tidak di coblos, di salahgunakan dengan di coblos lagi untuk penambah suara bagi oknum caleg yang mengunakan segala cara untuk mendulang suara dalam merebut kursi legislative.”Kalau memang benar hal itu terjadi, maka pada pemilu tahun 2014 mendatang hal ini tidak boleh lagi terjadi lagi. Maka dari itu, kita minta pada semua pihak, bagi masyarakat Batam khususnya untuk mengawasi pemilu legislatif tahun 2014-2019 mendatang. Menjaga pemilu yang adil dan jurdil, demi menciptakan wakil rakyat yang amanah yang betul-betul murni dipilih rakyat.”bebernya.

Ditambahkan Khairul Nasution.”Wakil rakyat duduk di dewan bukan karena kecurangan dan kongkalingkong. Ataupun dengan segala cara untuk dapat duduk di gedung wakil rakyat itu. Yang pada akhirnya, mereka (wakil rakyat) tersebut, tidak mengerti tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.”tegasnya.

Seharusnya, kata Khairul Nasution, wakil rakyat itu memperjuangankan aspirasi rakyat.”Namun ada beberapa oknum dewan tidak tahu apa tugas dan kerjanya. Hal ini bisa dilihat dari beberapa anggota DPRD Batam yang duduk pada Pemilu tahun 2009 yang lalu.”sebut Khairul Nastion.

Dikatakan Khairul Nasution.”Beberapa orang wakil yang duduk digedung DPRD kota Batam saat ini. Sepertinya tidak mengerti tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat.”ujarnya.

Selain itu, Kairul juga menyoroti, semrawutnya stiker dan baliho serta umbul-umbul para caleg yang dipasang di dinding, jalan bahkan ruang terbuka hijau.”Ini jelas merusak pemandang kota Batam. Kita minta kepada pemerintah, KPU dan Panwaslu Batam menertibkan stiker, baliho dan umbul para celeg yang tidak tertib tersebut. Seharusnya para calek itu cukup memasang baliho ditempat-tempat yang sudah ditentukan, sehingga tidak mengganggu keindahan kota.”harapnya. (taherman)

Ditulis Oleh Pada Rab 14 Agu 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek