' '
| | 651 kali dibaca

Ini Kata Demokrat, Gerindra dan PDI-P Dalam Kongres Kebangsaan

Jhony Allen Marbun (PD), Fadli Zon (Gerindra)  dan Puan Maharani (PDI-P)

Jhony Allen Marbun (PD), Fadli Zon (Gerindra) dan Puan Maharani (PDI-P) yang hadir dalam forum Pemred dengan tajuk Kongres Kebangsaan di hotel Bidakara, Jakarta. (foto by aliasara, radarkepri.com).

Jakarta, Radar Kepri-Lemahnya intrumen penegakan hukum di negara kita belakangan ini, menjadi kritikan keras dari para elit politik. Tokoh nasional di acara Kongres Kebangsaan yang diselenggarakan  Forum Pemred, di Hotel Bidakara Jakarta, selama dua hari Selasa (10/12) dan Rabu (11/12) angkat bicara. Apa kata mereka ?. Berikut poin-poin penting yang disampakan tokoh nasional tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhony Allen Marbun di acara Kongres Kebangsaan bertajuk Menggagas kembali Haluan Bangsa Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka, menyampaikan.”Inilah (penegakan hukum,red) yang harus kita tunjau ulang, tentang persoalan-persoalan hokum. Tentunya harus kita tegakakn, mulai dari pusat hingga kedaerah-daerah saat ini perlu perbaikan-perbaikan hukum. Karena produk hukum kita dibawah penjajahan Belanda.”Katanya.

Oleh Karena itu, lanjut Jhony Allen Marbun.”Diera reformasi ini, jika kita tidak mengadakan perbaikan-perbaikan hukum di era reformasi ini. Maka, kuranglah hikmad, karena diantara, eksekutiv, Legislativ dan Yudikatif tidak menyatu untuk menegakan hukum. Karena diantara mereka, dirinya-lah yang merasa paling benar, saling menonjolkan kekuasaanya masing-masing, sehingga Negara kurang terarah.”katanya.

Oleh karena itu”Marilah kita jalani dengan baik, kita barengi dengan baik. Maka Negara kita bisa sinkron dan salah arah.”Ucap Jhony Allen Marbun penuh semangat.

Kemudian,  Fadli Zon adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mewakili ketua dewan Pembina partai Gerindra mengatakan.”Setelah 15 tahun reformasi, belum membuahkan hasil dengan baik dan belum maksimal seperti diharapkan masyarakat. Seperti dibidang Ekonomi saat ini, di gunakan untuk liberalisasi perdagangan dan liberalisasi politik  dan sebagainya. Reformasi belum bermanfaat bagi rakyat Republik Indonesia.”katanya.

Fadli Zon yang juga Ketua Badan Komunikasi Partai Gerindra menambahkan.”Maka dari itu, kita ibarat menuju satu Pulau, tentu kita punya perahu, punya haluan dan Nahkoda yang betul-betul memahami perjalanan menuju satu pulau itu. Artinya kita harus mempunyai pemimpin yang betul-betul mengerti hukum, taat hukum dan memahami, bagaimana berbangsa dan ber-Negara.”katanya.

Kemudian, dari PDI-Perjuangan, mewakili ketua umum Megawaty Soekarnoputri, hadir Puan Maharani. Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P ini menyoroti.”Pada saat Negara dipimpin Soekarno, ekonomi rakyat Indonesia sangat luar biasa. Namun setelah lepas kepemimpinan dari Soekarno. Ekonomi rakyat Indonesia, sangat jauh kemerosotanya. Maka dari itu, mari kita bersama sama berjuang untuk memulihkan ekonomi rakyat Indonesia.”himbaunya.

Pada saat ini, lanju Puan Maharani.”Ekonomi Indonesia sangatlah memprihatinkan, mata uang kita saat ini jauh merosot dari sebelumnya. Maka dari itu, ditahun politik ini mari kita berama sama berjuang untuk memperjuangkan ekonomi rakyat”tutup Puan Maharani.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 12 Des 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek