' '
| | 3.164 kali dibaca

Ibu Kandung Aniaya Anaknya Didepan Baliho Rudy Chua

Aksi telengas Ani ketika menganiaya IK, anak kandungnya di depan Taha, kakeknya dan baliho Rudiy Chua, anggota DPRD Provinsi Keprri

Aksi telengas Ani ketika menganiaya Ik, anak kandungnya di depan Taha, kakeknya dan baliho Rudiy Chua, anggota DPRD Provinsi Kepri.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Ani,(35) seorang warga RT 08 RW 03 kelurahanTanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari kota Tanjungpinang tega menyiksa anak kandungnya, Ik yang masih berusia 5 tahun. Terkadang, tanpa sebab yang jelas, Ik di tampar, di pukul, di injak, di tendang hingga di lempar ke laut. Bahkan, pada Sabtu (15/02), janda beranak dua ini tega melumuri muka anaknya dengan cabe merah giling, hingga Ik menggelepar-gelepar.

Informasi yang dihimpun Radar Kepri dari berbagai sumber, aksi bengis dan telengas Ani sudah sering terjadi, terutama sejak Ani bercerai dengan Cipto, suaminya, beberapa tahun lalu. Dalam video rekaman penganiyaan yang berhasil di rekam media ini pada Sabtu (15/02) sekitar pukul 13 00 Wib ditempat ke diamanya di Tanjung Unggat.

Terlihat, Ani yang mengenakan baju kaos hitam menginjak-injak, menendang dan memukul Ik, hingga baju dan mulut Ik berdarah-darah. Teriakan kesakitan dan pekik minta ampun yang terlontar dari mulut Ik, bukannya membuat Ani iba ataupun menghentikan aksi beringasnya. Wanita ini malah semakin beringas dan brutal, terlihat memakai tangkai sapu menggebuk Ik yang nyaris pingsan itu. Sebuah baliho bergambar Rudi Chua SE terlihat menjadi saksi bisu aksi bengis Ani tersebut.

Aksi penganiyaan Ani terhadap anaknya itu dilihat dan dibiarkan Taha, bapaknya Ani atau kakeknya Ik. Sang kakek hanya bisa melihat cucunya menangis tersedu-sedu dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika anaknya menyiksa cucunya itu.

Ketika awak media ini mengunjungi Tarmizi, RT 008 pada Minggu (16/02) sore Tarmizi sedang tidak berada dirumah. Kemudian awak media ini mendatangi salah seorang tetangganya yang tak jauh dari rumah RT tersebut dan bertanya terkait dengan penyiksaan anak tersebut.

Awalnya tetangga yang enggan menyebutkan namanya itu, tidak mau berbicara karena takut terbawa-bawa dalam kasus penganiayaan anak itu, setelah diajak oleh awak media ini bercerita, akirnya lelaki paruh baya itu menceritakan.”Sebenarya kasus ini sudah lama pak, terkadang anaknya di buang ke laut, beruntung air pasang sedang surut.”Katanya.

Masih sumber yang sama.”Sedang memukul anaknya, terkadang saya sering mengingatkan Ibunya Ik. Itu-kan anak kecil, tidak sepantasnya kamu memarahi seperi itu, saya bilang padanya. Namun dasar wanita keras kepala, dia (Ani,red) tidak mengindahkan teguran saya. Ya kita biarkan saja lagi, jika kita lapor nanti kita pula yang kena.”Ujarnya.

Ani (baju hitam) ketika menginjak Ik, anak kandungnya disaksikan Taha, kakek Ik.

Ani (baju hitam) ketika menginjak Ik, anak kandungnya disaksikan Taha, kakek Ik pada Sabtu (15/02).

Menurut sumber itu.”Saya-pun heran kok setega itu ibu kandungnya Ik menyiksanya. Apakah ibunya sudah gila kali ya.”Herannya.

Tarmizi, RT 008 dihubungi Radar Kepri mengaku tidak mengetahui dan mendapat informasi tentang penganiyaan terhadap Ik oleh Ani yang hamper setiap hari terjadi.”Saya tidak tahu dan belum ada mendapat informasi.”katanya.

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau (KPPKAD) Kepri Ery Syahrial M Pdi di konfirmasi Radar Kepri terkait dengan penganiayaan tersebut, Minggu (16/02) via ponsenya, menyampaikan.”Masalah itu, jika ada yang melaporkan kepolisi. Kita akan lihat penganiayaan berat atau tidak.”Kata Ery Syarial.

Menurut Ery Syahrial.”Jika masih bisa ditolerir, kita akan buat surat perjanjian, bahwa ibunya tidak mengulangi perbuatanya lagi. Jika tidak bisa ditolerir, ibunya di tahan. Maka, anak tersebut kita ambil dan kita titipkan di Rumah Aman Anak.”Jelasnya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 16 Feb 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek