' '
| | 774 kali dibaca

HUT Kartini, BUMD Setor Rp 2 Juta ke Lurah Kemboja

Derry Ambary, kwitansi setoran BUMD dan Eva Amalia SH MSi

Lurah Kemboja, Derry Ambary S Sos, kwitansi setoran BUMD dan Eva Amalia SH MSi.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Hingga Senin (10/06) Eva Amalia SH M Si belum juga mengembalikan uang pungutan sebesar Rp 900 ribu lebih pada Awang. Uang tersebut dikumpulkan dari pedagang Akau. Awalnya, dana yang terkumpul itu akan dipergunakan untuk gotong royong membersihkan lokasi Akau Potong Lembu. Namun, belakangan uang tersebut di alihkan untuk melaksanakan gerak jalan dan dan senam sehat dalam rangka memperingati hari Kartini.

Total dana yang dihabiskan untuk kegiatan HUT Kartini yang diselenggarakan BUMD Kota Tanjungpinang berdasarkan nota dinas nomor 110/SM/TMB tertanggal 23 April 2012 mencapai Rp 2 430 000. Anehnya, Rp 2 juta atau lebih dari 80 persen anggaran kegiatan tersebut mengalir ke kantong Lurah Kemboja, Derry Ambary S Sos. Mengalirnya uang kegiatan peringatan HUT Kartini ala BUMD Kota Tanjungpinang itu tidak diketahui peruntukkannya. Dalam kwitansi tertanggal 20 April 2012 disebutkan, uang Rp 2 juta itu merupakan kontribusi PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) untuk kegiatan memperingati hari Kartini. Kwitansi tanpa nomor register itu ditandatangani oleh Derry Ambary selaku pihak yang menerima dan Bakhtiar selaku pihak yang menyerahkan uang tersebut. Dimana, Bakhtiar merupakan juru pungut retribusi di Akau Potong Lembu yang dikelola oleh BUMD Kota Tanjungpinang.

Adapun pungutan dari pedagang Akau Potong Lembu untuk HUT Kartini ala Eva Amalia SH M Si selaku direktur BUMD Kota Tanjungpinang dilaksanakan berdasarkan Intruksi dari Direktur. Yang dikuatkan dengan surat Nomor 113/Dir-TMB/IV/2012. Pada intinya surat itu menyatkan permintaan sumbangan kepada penyewa kios/meja Akau Potong Lembu. Dalam hal penggalangan dana yang diminta se-iklasnya. Adapun hasil dana terkumpul sebesar Rp.910.000 (sembilan ratus ribu rupiah).

Dalam copy nota dinas yang diterima media ini dari Eva Amalia SH MSi pada Jumat (07/06), pada poin 4 disebutkan. Perlu diberitahukan, adapun dana yang dikeluarkan sehubungan dengan acara tersebut adalah sebagai berikut, Menyerahkan dana kepada Kelurahan Kemboja sebagimana tersebut diatas sebesar Rp 2 000.000. Pembelian plastik untuk pemasangan umbul-umbul sebesar Rp 20.000. Biaya pembuatan spanduk sebesar Rp 200.000, ongkos angkut sebesar Rp 50 000. Pembelian minuman/makanan untuk yang bekerja sebesar Rp  160.000. Total jumlah dana yang terpakai keseluruhan untuk memeriahkan HUT Kartini yang digelar BUMD Kota Tanjungpinang mencapai Rp 2 430.000.

Sebagaimana tersebut diatas, dana terkumpul sebesar Rp 910.000, sedangkan pengeluaran sebesar Rp 2.430.000. Maka kekurangan dana/terpakai dana sebesar Rp 1 520.000.

Pantauan media ini di lapangan, ketika HUT Kartini itu dilaksanakan, terlihat umbul-umbul dari operator seluler oleh XL selaku sponsor. Puluhan hadiah juga diserahkan dari sponsor oleh XL.

Direktur BUMD Kota Tanjungpinang, Eva Amalia SH Msi saat di konfirmasi oleh media ini Senin (10/06) melalui pesan singkat terkait dana yang di terima oleh lurah sebanyak Rp 2 juta menuliskan.”Dana dari anggaran BUMD untuk  kegiatan tersebut bang”tulis Eva.

Terkait untuk apa uang Rp 2 juta itu disetorkan ke Lurah Kemboja, Derry Ambary, menurut Eva Amalia SH M Si.”Bantuan BUMD untuk kegiatan tersebut bang.”tulis Eva Amalia SH MSi, tanpa menjelaskan mengapa lurah harus mendapat bantuan dari BUMD Kota Tanjungpinang sebesar Rp 2 juta.

Lurah Kemboja, Derry Ambary saat di konfrimasi media ini Minggu (09/06) melalui pesan singkat terkait dengan dana yang di terima dari BUMD tersebut. Sehingga berita ini di tulis belum memberi jawaban. Sementara pesan yang di kirim menyatakan delivered (terkirim).

Pada kesempatan terpisah, Awang alias Alimin yang didampingi Sudirman selaku sekretaris P2KPAL menolak menandatangani kwitansi tanda terima pengembalian uang pungutan dari pedagang Akau tersebut.”Ini jebakan, masa uang pungutan HUT Kartini yang sudah dilaksanakan dikembalikan. Lagi pula Eva bilang, uang dikembalikan itu merupakan hasil pungutan dari pedagang di lokasi lain seperti di Melayu Square dan Plantar KUD.”katanya.

Menurut Awang, uang yang ditagihnya merupakan uang sisa hasil pungutan ketika BUMD melaksanakan gotong royong.”Ketika itu Eva berjanji akan mengembalikan sisa kelebihan pungutan tersebut. Tapi anehnya, acara baru sehari dan belum selesai, tapi sudah tahu ada kelebihan uang kegiatan acara tersebut.”ujarnya.(chendy).

Ditulis Oleh Pada Sel 11 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek