'
| | 1.089 kali dibaca

HIV AIDS Mulai Merambah Anambas

Abdul Hars SH, wabup KKA

Abdul Hars SH, wabup KKA

Anambas, Radar Kepri – Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kepulauan Anambas bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, berupaya menanggulangi penyeberan penyakit AIDS. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan Voluntary Conseling Test (VCT) yang dioperasikan di Puskesmas Tarempa. Rabu (16/01). VCT adalah sejenis alat untuk pengecekan darah yang bisa mendeteksi pasien yang telah terjangkit penyakit yang mematikan tersebut.
Ketua Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Kepulauan Anambas, Sri Wahyuni mengatakan, bagi warga yang merasakan gejala Aids bisa mengecek melakukan cek darah di puskesmas Tarempa. Dengan diadakannya conseling terhadap pengidap penyakit Aids, penderita akan diberikan pengarahan supaya tidak dengan mudah menularkan penyakitnya kepada orang lain terutama kepada suami jika yang sudah bersuami. Yakni dengan menggunakan alat pelindung saat berhubungan sek.
Sri menghimbau kepada masyarakat Anambas agar tidak khawatir mengenai penularan penyakit Aids karena sebenarnya kata Sri tidak semudah yang dibayangkan. Penyakit Aids hanya akan menular dengan beberapa cara yakni melalui air susu ibu (ASI), dari cairan yang dikeluarkan dari Vagina dan darah.
“Tidak semudah itu penyakit Aids menular. Tidak hanya dengan berjabat tangan lalu tertular. Berpelukan juga tidak menular,” kata Sri.
Kata Sri, untuk sementara hanya sebatas itu yang bisa KPA kerjakan karena terbentur dengan anggaran. Padahal ia telah mengusulkan programnya untuk melakukan pemetaan dan estimasi julah pengidap serta pemutusan mata rantai penularan Aids. Tapi pemerintah daerah tidak menyetujui programnya tersebut.
Salah satu penjaga Laboratorium Puskesmas Tarempa Hendro mengatakan, semenjak awal Januari lalu belum banyak yang memeriksakan diri ke puskesmas. Baru ada beberapa PSK yang beberapa waktu lalu tertangkap Razia Pekat yang dipimin oleh Wakil Bupati Anambas Abdul Haris. “Selama bulan ini hanya ada 10 orang saja, tapi semuanya negatif,” kata Hendro.
Hendro menambahkan, mengenai penderita Aids tidak bisa sebebas-bebasnya di ekspose. Karena jika terlalu diekspose besar-besaran akan berdampak negatif kepada penderita itu sendiri secara mental karena dalam pergaulan pastinya akan dikucilkan. Tetapi dengan diberikannya konseling kepada penderita Aids, diharapkan penderita akan mengerti sendiri dan berusaha agar tidak menularkan kepada orang lain. Dengan demikian penularan Aids bisa ditekan. (yuli)

Ditulis Oleh Pada Ming 10 Feb 2013. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “HIV AIDS Mulai Merambah Anambas”

  1. biasalah, berawal dr tugas luar, pulang bw penyakit

Komentar Anda