| | 1.087 kali dibaca

Herlini, Caleg PKS Klaim Program BSM Perjuangannya

Hery Marhat

Ketua LSM LAKI 45, Hery Marhat.

Batam, Radar Kepri-Program pemerintah pusat melalui Mendiknas berupa bantuan untuk siswa miskin yang dianggarkan melalui APBN-P 2013 di duga dijadikan komoditi kepentingan politik oleh caleg incumben DPR-RI.

Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat, salah seorang anggota DPR-RI yang berasal dari dapil Kepri, Herlini Amran dari politisi PKS. Caleg Incumben ini diam-diam telah mengklaim, BSM program pemerintah pusat melalui Mendikmnas itu berkat perjuangan dirinya sebagai anggota DPR RI komisi XI.

Hal ini diungkapkan ketua LSM Laskar Anti Korupsi Pejuang 45, Hery Marhat di kecamatan Sei Beduk, Sabtu (11/01). Hary mengatakan.”Sah-sah saja Herlini mengatakan berkat perjuangannya sebagai anggota komisi XI di DPR-RI. Karena memang domain mereka sebagai perwakilan rakyat Kepri.”katanya.

Ditambahkan tetapi dalam teknis penyaluran BSM tersebut, tidak boleh anggota DPR-RI dan kader partai ikut campur dalam penyaluran dana BSM tersebut.”Namun informasi yang kita terima dari masyarakat kecamatan Sei Beduk, khususnya masyarakat Tanjung Piayu. Mengatakan bahwa Herlini Amran ikut turun kemasyarakat Tanjung Piayu, seolah-olah dana BSM tersebut atas perjuangan sendiri yang dinilai sarat dengan kepentingan partainya  sendiri.”ungkap Hery.

Padahal dalam teknis penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari Mendiknas, turun pada Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan kota/kabupaten yang ada di daerah secara nasional. Dan yang menjalankan teknis penyaluran sampai ke guru-guru, karena yang paling mengerti bagi siswa ma,pu atau tidak, itu adalah guru-guru di sekolahnya masing. Bukan anggota DPR-RI dan partai.”Sebagaimana informasi, yang mensosialisasikan pada siswa orang-orang partai PKS. Ini tentu sangat aneh. Ada kepentingan apa dengan caleg incumben DPR-RI dan partainya kalau tidak kepentingan pribadi si caleg dan partainya.” ujarnya penuh tanda tanya.

Ditambahkan Hery Marhat.”Jangan buat para politikus memain-mainkan pendidikan untuk kepentingan politik atau partai. Karena pendidikan harus lepas dari mainan politik, kalau pendidikan di negara kita mau maju. Karena pendidikan sangat penting bagi negara dan aset. Saya merasa sangat aneh, kalau pengumuman tentang siapa-siapa saja siswa miskin yang berhak menerima BSM tersebut, bukan sekolah, tetapi dari kaderi PKS yang berkasnya bertuliskan Herlini Amran, seharusnya Dinas Pendidikan.”jelasnya.

Dalam hal, lanjut Hery Marhat, pihak penyaluran dana karena melalui Bank Riau yang di percaya tempat pengambilan uang tersebut.”Sepertinya tidak transparan, apakah BSM tersebut anggaran APBNP tahun2013 atau tahun 2014. Karena sewaktu saya coba untuk melakukan konfirmasi kepada Dirut Bank Riau, Syofian lebih memilih bungkam.”jelas Hery.

Karena sejauh ini, masih banyak data-data siswa penerima BSM anggaran  2013 tersebut belum menerima uang itu.”Padahal teknis pembayaran BSM tersebut, sebulan tidak tersalurkan pada data siswa penerima. Uang itu harus di kembalikan kepada negara. Apalagi sekarang sudah memasuki tahun anggaran APBN 2014. Bagaimana lagi mereka bisa menyalurkanya.”jelasnya.

Ditamabahkan, terkait hal ini.”Saya sudah berkonsultasi dengan anggota KPUD kota Batam, apakah yang dilakukan oleh caleg PKS di atas telah termasuk pelanggaran pemilu atau tidak. Mereka mengatakan, termasuk salah satu pelanggaran pemilu, namun mereka menyarankan saya untuk melaporkan kapada Panwaslu. Nanti kalau memang terbukti tentu Panwaslu-lah yang menyerahkan kepada KPUD. Dan kami yang akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku di KPU.”kata Hary Marhat menirukan ucapan anggota KPUD Batam tersebut.

Ditegaskan Hery Marhat.”Kami dari tim pencari fakta LSM LAKI Pejuang 45, sebelum membuat laporan kepada Panwaslu tentu berusaha mengumpulkan data dan fakta pelanggaran yang dilakukan oleh oknum caleg ini beserta partainya dilapangan terkait kasus ini.”tegasnya.

Herlini Amran, caleg incumben dari PKS dapil provinsi Kepri di konfirmasi awak media ini melalui SMS handphonenya terkait hal diatas tidak menjawab. Namun tidak lama berselang  handphone awak media bordering, ada telepon masuk yang mengaku sebagi staf Herlini Amran mengatakan.”Terkait hal di atas, ibu itu anggota komisi IX DPR-RI dapil Provinsi Kepri, mereka itu adalah mitra dari Kemendiknas, terkait hal itu nggak ada masalah bang.”jawabnya singkat.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 12 Jan 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda