| | 704 kali dibaca

Hearing Warga Center Park Dengan Koperasi Malia Nyaris Ricuh

Raja baju putih didampingi rekannya ketika menghadiri hearing dengan komisi III DPRD Kota Batam, Jumat 03 April 2013.

Raja (baju putih) didampingi rekannya ketika menghadiri hearing dengan komisi III DPRD Kota Batam, Jumat 03 April 2013.

Batam, Radar Kepri-Pro kontra pembangunan lapak untuk pedagang Kaki Lima di lahan fasilitas umum (fasum) kawasan Center Park Batam Center berujung ke DPRD Kota Batam, Jumat (03/05). Tepatnya di komisi III, tarik-ulur alih fungsi lahan fasum berlangsung  alot. Bahkan, diluar gedung dewan, kubu pro dan kontra nyaris bentrok.

Pemicu yang membuat kubu pro dan kontra hampir baku hantam, bermula dari ucapan seorang warga Center Park yang kurang enak didengar oleh pihak pengembang, Koperasi Malai.”Sikat saja kalau pihak koperasi tetap ngotot untuk membangun lahan tersebut.”ucapan inilah yang membuat suasana hearing memanas dan pihak koperasi menjadi tegang.

Raja, seorang pengurus koparasi Malai yang berencana membangun kios untuk PKL di Centre Part Batam terlihat gusar dan tak mampu menahan amarah.”Kalian jangan ngomong main sikat. Kami orang  Batam ini, tidak pernah melarang kalian mencari makan disini. Tapi kalian jangan menghalangi kami mencari makan ya.”teriak Raja.

Masih Raja.”Kami dari koperasi Malai membangun kios tersebut tidak lebih untuk kepentingan masyarakat yang ingin berusaha. Khusunya warga yang bergerak bidang usaha ekonomi mikro, usaha kecil menengah (UKM) di kota Batam. Sesuai program pemerintah pusat yang merujuk keputusan presiden agar memberdayakan, pedagang kakilima. Bukan hanya untuk mencari kaya kami bangun lahan tersebut.”jelas Raja.

Dan anehnya oknum yang mengaku warga Centre Part tersebut dan minta pembangunan kios ini di hearingkan ke-komisi III tidak melibatkan koperasi.”Padahal seharusnya, mereka itu mengundang kami sebagai pihak yang akan  membangun kios itu. Namun mereka secara diam-diam mengadakan hearing dengan dewan.”jelasnya.

Dengan nada yang masih tinggi, Raja menegaskan.”Kalau main gertak-gertak seperti ini, kami juga siap. Apa perlu kami turunkan masa, kami juga memiliki  masa. Sebagai pendatang, hargai jugalah kami. Sebagaimana pepatah, di mana langit dipijak, disana langit dijunjung. Kami, orang sini tidak pernah menggangu kalian. Jadi jangan ganggu pula kami.”tegasnya.

Sementara itu salah seorang yang mengaku sebagai RT di Perumahan Centre Park mengatakan.”Kami warga Centre Park sebenarnya tidak pernah mempermasalahan kios kaki lima yang sudah terlanjur di bangun sekitar sembilan unit. Namun, setelah itu pihak koperasi Malai tersebut akan terus menambah bangunan kios kembali. Dan itu memang di tentang  warga, jika karena semua sisa lahan fasum tersebut dibangun tentu yang kena dampak dan akibatnya tentu kami.”jelasnya.

Ditambahkan, lihatlah lokasi itu sekarang, jika hujan sedikit saja.”Warga yang dekat dengan pembangunan tersebut sudah kena banjir. Lokasi tersebut kotor dan berlumpur. Makanya, kami minta kepada pemerintah agar lahan tersebut tidak boleh dibangun lagi dengan alasan apapun.”urai warga Centre Park yang mengaku sebagai RT itu.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Jum 03 Mei 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda