| | 876 kali dibaca

Hasil Reses Dewan, Kinerja Dahlan-Rudi Buruk

Suasana rapat paripurna penyampain hasil reses anggota DPRD Kota Batam.

Suasana rapat paripurna penyampain hasil reses anggota DPRD Kota Batam, Senin (12/01),

Batam, Radar Kepri-Rapat paripurna sidang pertama tahun 2015 menyampaikan laporan fraksi-fraksi di DPRD Batam. Delapan fraksi, masing-masing fraksi PDI-P, F Golkar, F Partai Demokrat, F AN, F PKS, F Gabungan Partai Hanura dan PKB, F Partai Nasden Fraksi PPP, Senin (12/01). Semua fraksi memberikan laporan hasil reses mereka di setiap dapil yang ada di kota Batam, ternyata memiliki masalah yang nyaris sama.
Temuan anggota dewan selama reses yang diantaranya, buruknya pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat. Minimnya infrastruktur sekolah di kota Batam, baik di-hinterland maupun dimaylend. Kurangnya prasarana layanan kesehatan puskesmas. Selain itu, dewan juga menyoroti masalah sampah yang berserakan menebar bau busuk hampir diseluruh polosok perkampungan, sampah teronggok tidak diangkat oleh pemerintah yang mengancam kesehatan warga.
Selain itu, warga Batam jga mengeluhkan buruk pengendalian banjir dikala hujan, akibat kurangnya drainase diperkampungan mereka. Dan jelek pembangunan jalan dikota Batam sehangga banyak jalan berlubang yang mengancam keselamatan warga Batam.
Dalam laporan reses fraksi tersebut, warga juga mengeluhkan banyaknya jalan yang menuju perumahan-perumahan warga Batam yang rusak, belum tersentuh pembangunan pemerintah.
Dan masih adanya perumahan warga yang belum mendapatkan aliran air bersih dari ATB sebagai pengolola air bersih dikota Batam, khsusnya warga yang tinggal diperumahan kavling-kavling yang ada dikota Batam.
Ada juga keluhan warga tentang kurangnya pasokkan gas pada warga, sehingga warga susah mendapatkan gas di kota Batam,

Berbagai keluhan ini terungkap dalam sidang Paripurna DPRD Kota Batam pertama tahun 2015. Laporan ini merupakan hasil reses anggota DPRD kota Batam tahun 2014 yang lalu disampaikan pada Senin (12/01).
Menanggapi dari hasil laporan reses anggata DPRD Batam diatas, ketua LSM Forum Hinterland Center Provinsi Kepri, Andi Jasrudin mengatakan.”Ini bukti bahwa pemerintah kota Batam kurang peka terhadap keadaan yang terjadi ditengah-tengah masyarakatnya.”tegas Andi sapaa Andi Jasrudin.
Tentu hal ini, lanjut Andi.”Sangat mencengankan bagi kita sebagai masyarakat Batam, persoalan klasik setiap tahun tidak bisa teratasi oleh pemerintahan kota yang dipimpin Ahmad Dahlan-Rudi SE. Padahal kita mendengar, setiap tahun ABPD Kota Batam selalu meningkat.”ungkapnya.
Kedepan, lanjut Andi Jasrudin.”Saya berharap masyarakat Batam untuk berhati-berhati mamilih pemimpin, pilihlah pemimpin yang peka dengan penderitaan rakyat, bukan hanya pandai pencitraan.”harapnya.(tahetman)

Ditulis Oleh Pada Sen 12 Jan 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek