' '
| | 865 kali dibaca

Hari Ini Malaysia Deportasi Empat Balita dan Seorang Bayi

Inilah 4 orang balita danseorang bayi yang dideportasi oleh Malaysia.

Inilah 4 orang balita dan seorang bayi yang di deportasi oleh Malaysia, Kamis (30/10) melalui pelabuhan Sri Bayintan Pura, Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Empat anak berumur di bawah lima tahun (Balita), satu orang Bayi di antara 280 orang Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI-B) asal Indonesia kembali di deportasi pemerintah Diraja Malaysia. Para TKI-B tersebut tiba di Pelabuhan International Sri Bintan Pura Tanjungpinang dengan Kapal Telaga Ekpres, Kamis, (30/10) sekitar pukul 18 46 Wib.
Ombosiah (40) asal Ende Plores, satu diantara TKW-B tersebut dikonfirmasi awak media ini, usai turun dari kapal Telaga Ekpres yang ditumpanginya, terkait dengan dideportasinya dirinya bersama rombongan, mengatakan.”Saya di deportasi karena Paspor yang saya miliki sudah mati. Jadi saya ditangkap dan ditahan dalam penjara sekitar 40 hari, karena Paspor saya mati.”katanya.
Kemudian, lanjut Ombusiah.”Saya sudah sebelas tahun di Malaisya berkerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) saya juga sering pulang karena suami saya di kampung, selama ini saya setiap pulang saya memperpanjang Pasport, yang terakhir ini saya tidak pulang, jadi pasport saya mati. Jadi saya ditangkap, ditahan dipenjara bersama 3 orang anak saya, langsung dideportasi.”terang iIbu 3 anak masih balita ini.
Menurut Ombusiah.”Saya tidak mau lagi pergi ke Malaysia, karena anak-anak saya sudah mau sekolah. Kalu saya berangkat siapa yang menjaga anak saya.”terangnya.

Terkait suka duka yang dialaminya, ibu berbadan subur itu menerangkan.”Sebelas tahun saya di Malaysia, tidak ada  gaji saya terima, saya tidak ada mendapat perlakuan tidak baik dari majikan.”Majikan saya baik.”Terangnya.
Ketika ditanya berapa gaji yang diterimanya setiap bulanya, Ombusiah hanya tersenyum.”Berapalah pak…gaji seorang PRT yang penting cukup saja sudah.”tutupnya, sambil tersenyum.

Berbeda dengan ibu yang engan menyebutkan namanya, orang tua dari, Citra bayi berusia 2 bulan yang ikut dideportasi.”Saya dipulangkan karena passpor saya juga mati, karena ketika itu saya melahirkan. Jadi saya belum bisa pulang ke Indonesia kebetulan saya ditangkap Polis, dipenjara selama 15 hari. Langsung dipulangkan. Suami saya orang Malaysia.”Ungkapnya sambil tidak mau menyebutkan nama suaminya.
Para TKI-B disuruh berbaris untuk dihitung jumlahnya dan langsung dibawa ke Penampungan, dengan mobil Angkutan Kota (Angkot). TKI Laki-laki dibawa ke Penampungan Jalan Transisto Batu 8. Sementara Yang Perempuan dan anak di bawa kepenampungan, Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) di Jalan Sei Timun, batu 14 Sengarang, menjelang dipulangkan kekampung halamanya masing masing.(aliasar)

 

Ditulis Oleh Pada Kam 30 Okt 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek