' '
| | 1.000 kali dibaca

Hari Ini Malaysia Deportasi 357 TKI/W B, Termasuk Bayi Berumur 20 Hari

Halimah. menggendong Muhamad Iqbal ketika tiba dipelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.

Halimah. menggendong Muhamad Iqbal ketika tiba dipelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kamis (28/08) pukul 20 00 Wib.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Seorang bayi laki-laki berumur 20 hari, terlihat tertidur pulas dalam pelukan ibunya, Halimah, Kamis (28/08) pukul 20 00 Wib di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Muhamad Iqbal, itulah nama bayi yang masih merah itu. Dia dan ibunya, berada dibarisan depan dari 357 orang Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI/W-B) deportasi dari Malaysia. Halimah dan Iqbal berangkat dari Stulang Laut, Malaysia dengan Kapal Fery Telaga Xpres.

Seluruh TKI/W-B yang dideportasi tersebut, sebanyak  283 orang berjenis kelamin laki-laki termasuk Muhamad Iqbal, sisang sebanyak 73 orang wanita. Begitu menginjakan kakinya di bumi Segantan Lada ini, para TKI/W-B diminta berbaris untuk dihitung. Kemudian diminta naik angkutan kota (angkot).

Semua TKI/W-B dibawa ke penampungan Jalan Transisto kilometer 8 Tanjungpinang dengan kawalan mobil Patroli Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) kota Tanjungpinang.

Menurut Kuswari F Akandri, koordinator lapangan satgas pemulangan TKI/W-B.”Seluruh TKI/W-B tersebut di bawa ke penampungan Jalan Transisto Kelometer 8. Karena mungkin, Jum’at (29/08) sekitar pukul 03 00 Wib mereka akan kita pulangkan ke kampung halamanya. Dengan memakai kapal Pelayaran Nasional Indonesia (PLNI) di Pelabuhan Kijang Kecamatan Bintan Timur.”Katanya.

Namun lanjut, Kuswari, diantara para TKI/W-B itu, jika ada yang mempunyai keluarga atau family yang ingin menjamin. Sesuai dengan prosedur, seperti membawa, surat nikah, Kartu Keluarga.”Kita akan membantunya.”Tutup Kuswari.

Seorang TKW, Nur Hasanah (35) asal Lombok Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam TKW deportasi tersebut, dijumpai Radar Kepri dipelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, usai turun dari kapal, mengungkapkan.”Saya merantau di Malaysia sudah 2 tahun. Saya bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT,red).Tapi gaji saya hanya di bayar majikan hanya, RM 2850. Sementara, sebelum saya bekerja perjanjiannya, gaji saya perbulanya RM 500. Jika ditotal semua gaji saya yang harus saya terima sebanyak RM 12 000. Tapi tak apa-apalah, rezeki kita takkan kemana. Untuk kembali ke Malaysia, saya berpikir 2 kali.”ujarnya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 28 Agu 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda