'
| | 1.154 kali dibaca

Hari Ini, Kabupaten Bintan 6 Kali Terbakar

Warga pulau Ladi, Toapaya, Kabupaten Bintan memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Warga pulau Ladi, Toapaya, Kabupaten Bintan memadamkan api dengan peralatan seadanya, Senin (10/02). (foto by aliasar,radarkepri.com).

Tuapaya, Radar Kepri-S ijago Merah seminggu belakangan ini mengamuk di berbagai tempat di pulau Bintan, Senin (10/02) terjadi 6 titik kebakaran. Akibatnya, puluhan hektar hutan di Lintas Barat, Kecamatan Tuapaya, kabupaten Bintan hangus di lalap si jago merah. Dugaan sementara api berasal dari punting rokok yang dibuang warga sembarangan.

Informasi yang di himpun Radar Kepri dilapangan, kebakaran berawal sekitar pukul 11 00 Wib, namun hingga pukul 17 00 Wib amukan api belum berhasil di padamkan. Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran Kecamatan Toapaya, Bintan, Nurwendi S Sos di konfirmasi Radar Kepri Senin (10/02) di lokasi kejadian Perkampungan Pulau Ladi, RT 07/RW02 mengakui.”Kebakaran ini merupakan yang terbesar pernah di alami di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan ini.”katanya.

Masih Nurwendi.”Dalam sehari saja di Toapaya ada 6 kejadian kebakaran, di antara 6 tersebut, kebakaran di sinilah yang paling besar. Sampai saat ini masih kita perkirakan disebabkan oleh puntung rokok.”Ujarnya.

Kemudian Nurwendi menjelaskan.”Kita sudah berupaya melakukan pemadaman, namun api masih belum kunjung usai, bahkan sampai sekitar pukul 17 00 Wib api masih belum bisa di kendalikan karena keterbatasan armada.”jelasnya.

damkar

Mobil pemadam kebakaran yang kesulitan menembus lokasi kebakaran di Bintan, Senin (10/02). (foto by aliasar,radarkepri.com)

Ditambahkan.”Untuk kecamatan Toapaya, kita hanya memiliki armada hanya satu unit saja yang berkapasitas 5000 liter.”Jelasnya. Sementara lanjut Nurwendi.”Kondisinya medan yang berada di tengah perkebunan dengan jalan yang tidak beraspal dan berlobang. Membuat kendaraan pemadam kebakaran, kesulitan menuju lokasi kejadian. Saat ini, kita sifatnya menunggu saja pak, mau diapakan, mobil tak bisa masuk kesana.”Tutup Nurwendi.

Seorang pemilik kebun yang bernama, Ase (50) warga setempat, ketika dihampiri awak media ini mengatakan.”Kebakaran ini hampir menghanguskan seluruh perkebunan saya.”Kalau di hitung-hitung di perkiraan ada sekita 2 hektar kebun saya yang terbakar. Belum lagi milik orang lain.”Kata Ase sambil menyiram kebunya dengan peralatan seadanya. Masih Ase.”Api berasal dari bukit semak, merembet kesini, kalau kebun orang lain yang di Bukit semak sudah banyak yang hangus, tapi saya tidak tahu, di sebelah kebun saya ini ada kandang ternak ayam. Saya tidak tahu terbakar atau tidak.”Katanya.

Ditempat terpisah Samsi (55) seorang warga Kampung Pulau Ladi di jumpai awak media ini di lokasi kejadian menyebutkan.”Dikampung ini, bukan kali ini saja kebakaran. Hampir setiap tahun kebakaran terjadi. Tapi yang terbesar baru yang ini.”Katanya.

Pantauan Radar Kepri di lokasi kebakaran, sulitnya Damkar Bintan menembus lokasi kebakaran tersebut, para petani berinisiatif memadamkan api dengan peralatan seadanya. Seperti selang dari mesin air yang sehari-hari digunakan untuk menyiram tanaman di perkebunan.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 10 Feb 2014. Kategory Bintan, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda