| | 801 kali dibaca

Hamid Janji Tindak Tegas Cafe “Maksiat” di Natuna

Hamid Rizal saar menyampaikan tausiah di Mesjid Agung Natuna sampena Isra Mijraj.

Hamid Rizal saar menyampaikan tausiah di Mesjid Agung Natuna sampena Isra Mijraj.

Natuna, Radar Kepri-Bupati Kabupaten Natuna yang baru dilantik menegaskan tidak ada lagi Kafe kafe yang berbau maksiat di Natuna kedepan.

Menurut Hamid.”Kita harus bekerja sama untuk memperbaiki akhlaq kita semua, anak anak kita, melalui peristiwa isra’Mijraj Nabi kita Muhammad SAW ini, kita juga harus meningkatkan keimanan dan akhlaq kita untuk yang lebih baik,”terang Hamid.

Dilanjutkan.”Jangan sampai kita tidak Sholat, dan pulang subuh dai kafe kafe, meneguk minuman keras,. Sebab kalau kita lihat saat ini, kita termasuk negara terbesar berpenduduk muslim, tetapi pekerjaan yang dilakukan bukanlah pekerjaan seorang muslim. Maka dari itu saya tegaskan tidak ada lagi kafe kafe maksiat di Natuna ini, setuju”ajak Hamid kepada ribuan jemaah di Masjid Agung Natuna Minggu (08/05) sekitar pukul 20.00 WIB.

Hamid juga berterima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah memberikan amanah kepadanya kembali untuk memimpin Kabupaten Natuna 5(lima) tahun kedepan.

Peringatan Israj Mijraj ini, di hadiri Wakil Bupati Dra H. Ngesti Yuni Suprapti, Ketua DPRD Yusri Pandi, serta anggota dewan lainya, Sekda Kabupaten Natuna Syamsurizon, FKPD,SKPD tokoh tokoh masyarakat, dan ribuan jemaah masyarakat Natuna terlihat memadatti ruangan Masjid Agung tersebut.

Ustad Buya Drs. H. Marwan Jamal dalam tausiahnya mengajak Bupti Hamid Rizal untuk mengintruskan kepada jajaran SKPD dan pegawainya di setiap datang waktu Sholat.”Kalau pak bupati mrngintruksikan kepada jajaran SKPD dan Seluruh pegawai pak bupati untuk mengerjakan Sholat ini sungguh luar biasa, dan sudah mencontoh kepemimpinan Nabi kita Muhammad SAW. dan insya’Allah amanah yang bapak emban ini diberi keberkahan.”Terang Kepala Kanwil Kementerian Agama Kabupaten Propinsi Kepri itu.

Marwan juga menyampaikan kepada Hamid Rizal agar memantau persoalan pendidikan Agama di darah ini, bagaimana pesantrennya, bagai keadaan TPQ-nya sudah sejahtera belum tenaga pendidiknya, kalau tidak dibenahi dari bawah, bagai sholatnya, bagai mana ngajinya.(herman)

Ditulis Oleh Pada Sen 09 Mei 2016. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda