' '
| | 2.087 kali dibaca

Gubernur dan DPRD Berdebat Sengit Dalam Paripurna Interpelasi

Suasana paripurna hak interpelasi.

Suasana paripurna hak interpelasi.

Tanjungpinang,Radar Kepri-Perdebatan sengit terjadi antara sesama anggota dan pimpinan DPRD Kepri mewarnai sidang paripurna dengan agenda hak interpelasi atau bertanya DPRD Kepri tentang pengangkatan dan pelantikan pejabat eselon ll lll dan lV (07/11) di lingkungan pemprov Kepri.

Perdebatan terjadi saat anggota dewan di beri kesempatan bertanya oleh ketua DPRD Jumaga Nadeak setelah gubernur Kepri menjawab pertanyaaa yang di ajukan secara tertulis. Taba Iskandar dari fraksi Golkar langsung bertanya dan mengkritik Nurdin Basirun namun di intrupsi Surya Makmur Nasution dari fraksi demokrat kemudian di intruksi lagi Tabah Iskandar atas komentarnya.

Kemudian Sahat Sianturi dari fraksi PDIP juga bertanya di susul Hotman Hutapea juga dari fraksi Demokrat kemudian Rudal Chua Syarapudin Haluan dari fraksi PPP plus dan terakhir Ruslan Kasbulatov dari fraksi PDIP Dari sekitar delapan orang anggota dewan yang berbicara sebagian besar menganggap gubernur Kepri melantik dan mengangkat pejabat awal November bulan lalu menyalahi aturan dan tidak profesional karena tidakberdasarkan berdasarkan hasil assesment yang telah di lakukan.

Walaupun dalam jawabannya gubernur berjanji akan mengkoreksi dan memperbaikinya jika ada kesalahan di kemudian hari. Perdebatan paripurna sempat terjadi menyangkut Jawaban gubernur ada sebagian dewan minta sidang di tunda ada juga minta di lanjutkan.

Namun akhirnyaa sidang di tutup dengan kesepakatan dewan akan mempelajari jawaban gubernur atas pertanyaan yang di ajukan. ( isza )

Ditulis Oleh Pada Sen 05 Des 2016. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda