| | 635 kali dibaca

Gas Ukuran 3 Kilogram Langka, Disperindag Diminta Bertindak Tegas

Gas ukuran 3 kilogram langka di Batam.

Gas ukuran 3 kilogram langka di Batam.

Batam, Radar Kepri-Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram yang banyak dikonsumsi para ibu rumah tangga (IRT) mulai membuat ketar-ketir warga Batam. Kelangkaan ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena sangat di butuhkan warga sejak konversi minyak tanah ke gas. Selain IRT, para pedagang kaki lima yang memakai gas ukuran 3 kilogram ini juga terancam gulung tikar.

Menurut Hery Marhat, ketua LSM LAKI Pejuang 45.”Gas ukuran 3 kilogram merupakan kebutuhan hidup rakyat banyak. Kondisi kelangkaan ini bisa berbahaya, karena itu instansi terkait harus mengantisipasi.”kata Hery Marhat pada Radar Kepri, Jumat (25/10) di Sei Beduk, Batam.

Langka-nya gas 3 kilogran ditengah-tengah masyarakat  menurut Hery, khususnya di kecamatan Sei Beduk.”Seharusnya menjadi perhatian kita semua untuk membantu kenyaman ditengah-ditengah masyarakat.”tegasnya.

Hery Marhat menganalisa.”Sejak ditambahnya kuota 11 persen dari Pertamina, sangat tidak wajar  terjadinya kelakaam gas tiga kilogram. Namum apa yang dialami oleh masyarakat, sangat jelas-jelas adanya dugaan pemainan agen dan Disprindag. Dalam hal diminta kepada RT-RW dan masyarakat harus bertindak melakukan perlawanan.”tuturnya.

Ditambahkan Hery Marhat.”Rakyat jangan hanya diam ketika haknya ditindas. Gas ukuruan tabung 3 kilogram itu adalah hak masyarakat. Bukan hak agen yang selalu mempermainkan pangkalan dengan alasan gas kosong.”tegasny.

Hery minta pemerintah bertindak tegas dengan mencabut izin agen-agen nakal yang tidak mementingan masyarakat tersebut.”Ganti dengan agen penyalur baru yang mempunyai hati nurani, tidak neko-neko. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ”jelasnya.

Anehnya dalam kelangkaan gas ukuran 3 kilogram ini, ada pula pemilik pangkalan yang mencari kesempatan dalam kesusahan dengan mematok harga jauh diatas Harga Eceran Tertinggi.”Ada pangkalan gas di Sei Beduk yang menjual Rp 29 ribu untuk ukuran 3 kilogram per-tabungnya. Hal ini saya sendiri yang merasakan, pada tanggal 18 Oktober 2013 la1u, istri saya yang membeli. Sepengatauan saya harga gas subsidi  ukuran 3 kilogram tersebut Rp 16 ribu pertabungnya.”ungkap hery.

Dalam hal ini, pihaknya mencurigai adanya dugaan permainan oknum agen-agen untuk menyimpan gas 3 kilogram tersebut. Seakan-akan gas ini langka, susah untuk didapat oleh masyarakat. Disini para agen memainkan perannya, dan bisa menjual mahal untuk meraup keuntungan berlipat-lipat.”Tanpa memikirkan nasib dan azaz kehidupan orang banyak, maka dari itu saya minta kepada pemerintah, khususnya Disprindag kota Batam melakukan pengawasan dilapangan, menindak tegas agen-agen nakal tersebut.”tegasnya.

Salah satu agen gas tiga kilo bersubsidi di kota Batam Kiky, dikonfirmasi awak media ini melalui SMS via ponselnya terkait langkanya gas tiga kilogram ini. Sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Jum 25 Okt 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda