' '
| | 3.747 kali dibaca

Gagal Jadi Cagub Riau, Bupati Anambas Makin Kaya

Inilah ruko berlantai II di Jl Surabaya, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru milik  Yeni Fatra, istri Tengku Muhtarudin.

ruko berlantai II di Jl Surabaya, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Meskipun Tengku Muhtarudin gagal maju sebagai calon Gubernur Riau dan dikabarkan telah menghabiskan Rp 10 Miliar untuk “membeli” partai gurem yang mengusungnya. Namun tidak membuat Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas ini jatuh miskin. Buktinya, sejak Desember 2013 hingga Maret 2014 ini saja, sang Bupati semakin kaya dengan membangun sejumlah rumah toko (ruko) di Pekanbaru, Riau.

Investigasi dan data yang dikumpulkan Radar Kepri, saat ini saja Tengku Muhtarudin sedang membangun 3 unit pintu ruko berlantai II di Jl Surabaya, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

Dalam papan nama yang terpampang di pagar seng tersebut tertulis, pemilik bangunan bernama Yeni Fatra yang merupakan istri Bupati KKA, Tengku Muhtarudin dengan jangka waktu pelaksanaan dari tanggal 12 Desember 2013 sampai dengan 12 Agustus 2014.

Selain sedang membangun ruko di jantung kota Provinsi Riau, Tengku Muhtarudin dikabarkan juga memilik ratusan hektar kebun sawit di Pranap dan sekitar 50 hektar di kota Pekanbaru.

Tengku Muhtarudin juga memiliki kekayaan berupa percetakan di Pekanbaru, sumber media menyebutkan.”Didalam percetakan terdapat unit mesin yang baru datang, harganya diperkirakan mencapai Rp 3 Miliar.”sebut sumber yang meminta namanya tidak di ekspos.

Selain kekayaan Anambas dibawa ke Pekanbaru, sebagian uang yang diduga hasil korupsi Bupati Anambas, juga di alihkan ke Dharma Putra, ajudan Tengku Muhtarudin. Data yang diperoleh media ini, 4 aset sang ajudan yang diduga hanya atas nama saja.

Pertama, karoke keluarga di Tarempa yang saat ini sedang dibangun, diduga nilainya mencapai Rp 1,5 Miliar. Kedua, satu unit rumah di Jl Tanjung yang saat ini disewa Pemkab KKA untuk kantor LPSE, yang ketiga satu unit rumah di Antang, Kecamatan Siantan dan yang ke empat sebuah rumah di Batam Center.”Secara logika, tidak masuk akal seorang ajudan yang hanya bergaji Rp 2 juta sebulan dan hanya tamatan SMA bisa memiliki aset miliaran rupiah.”sebut sumber Radar Kepri.

Padahal, lanjut sumber, sebelum menjadi Satpam, ajudan Tengku Muhtarudin itu hanya seorang Satpam di Tanjung Uncang.”Patut diduga, istri Bupati KKA yang hanya ibu rumah tangga dan ajudannya itu tempat sang Bupati mencuci uang yang diduga didapat dari hasil korupsi. Kita minta KPK menelusuri.”kata sumber yang minta namanya tidak dipublikasikan itu.

Diduga, uang yang dipergunakan Tengku Muhtarudin untuk membangun sejumlah property di ibu kota Provinsi Riau itu berasal dari sukses fee mega proyek Waterfront City yang saat ini masih dikerjakan oleh perusahaan yang telah di black list, PT Adhi Karya. Sebagaimana ditulis Radar Kepri, mega proyek waterfront city menghabiskan Rp 64 Miliar APBD Anambas, untuk tahuan 2013 saja dianggarkan Rp 21,5 Miliar dan sisanya dilanjutkan pada tahun ini.

Hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumpai Bupati KKA, Tengku Muhtarudin, Yeni Fatra dan Dharma Putra serta CV Anton Natuna guna konfirmasi dan klarifikasi terkait informasi tersebut diatas.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sab 15 Mar 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda