''
| | 461 kali dibaca

FKMPK Nilai Nurdin Gagal Bawa Kepri ke Arah Lebih Baik

Andi Cory Fatahuddin, Ketua FKMPK saat konfrensi pers.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sejumlah persoalan saat ini dihadapi Provinsi Kepri. Nama Gubernur, Sekda dan Asisten III Pemprov Kepri “dituding” menjadi pokok permasalahan. Sehingga menimbulkan gelombang tuntutan agar Sekda dan asisten III dicopot.

Hal terungkap dalam konfrensi pers Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK) di Jalan Ir Juanda, Kota Tanjungpinang, Rabu  (07/03) sore.

Sekretaris FKMPK Chaidar Rahmat menilai, Sekda TS Arif Fadillah, cukup banyak memainkan peran politik dibandingkan profesionalitasnya sebagai pejabat birokrasi.”Saya menilai Sekda bermain politik,” sebut Khaidar, pada sejumlah awak media

Chaidar mengungkapkan, terkait penilaianya ini, Sekdaprov sudah dua kali di Interpelasi oleh DPRD terkait dengan Aparatur Sipil Negara.”Kalau tidak, bermain politik praktis. Tidak mungkin dia di interpelasi DPRD Kepri.”tegasnya. ungkapnya.

Selain itu, lanjut Chaidar, Sekda Kepri sering menghadiri acara Partai yang seharusnya menjadi tugas pokok Gubernur atau Wakil Gubernur.

“Jadi sekda ini menjadi akar permasalahannya, karena sekarang kewenangan Wagub diberikan pada Sekda. Padahal, jabatan Sekda itu bukan jabatan politis dan status Sekda itu Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang jelas-jelas dilarang ikut politik praktis.” terangnya.

Pihaknya juga sedang menemukan sejumlah kewenangan yang melebihi wewenang seorang Sekda dalam menjalankan tupoksinya.“Copot Sekda Kepri, ganti dengan yang tidak bermain politik,”ucapnya.

Chaidar menambahkan selama tahun kepemimpinan Nurdin yang telah menghabiskan APBD tidak sedikitpun terlihat kemajuan. Bahkan, perekonomian Kepri terpuruk.”Dulu beasiswa mahasiswa tidak bermasalah, kini muncul sejumlaj masalah, ditambah lagi dengan bantuan nelayan di DKP juga malah berkurang, dan masih banyak lagi,” cetusnya.

Khaidar juga mengungkapkan, pada kepemimpinan Almarhum Muhammad Sani dan Wakil Gubernur Kepri, H M Soerya Respationo, indeks kebahagian masyarakat Kepri mendapat nomor pertama, namun pada zaman Nurdin, turun menjadi nomor tujuh

“Dulu zamannya Sani dan Soeryo, indeks kebahagiaan kita pertama. Tapi sekarang kita anjlok menjadi nomor tujuh. Ini merupakan prestasi yang tidak baik,” jelasnya.

Chaidar menambahkan pada tanggal 11 maret ini, FKMPK akan mengadakan diskusi Coffe Morning di Hotel Comfort, disana akan diundang berbagai elemen masyarakat, baik itu eksekutif maupun legislatif.

“Nurdin kan cakap, mau demo boleh asal berdasarkan data dan fakta. Maka kita akan mengadakan diskusi tanggal 11 nanti, disana akan kita buka semua dihadapan para tokoh.”pungkasnya.

Sementara itu Andi Cory Fatahuddin ketua FKMPK menilai, statemen “cuci piring” yang diucapkan Nurdin Basirun yang diterbitkan sebuah media online menciderai hati masyarakat Kepri khususnya pendukung HM Sani.”Kita kecewa dengan statemen Nurdin itu, jadi, kita akan meminta Gubernur menjelaskan maksudnya.”katanya.

Spanduk pencopotan Sekdaprov yang dianggap ikut politik praktis.

Cory, sapaan Andi Cory Fatahuddin menambahkan, pihaknya akan menampung masukan dari.berbagai pihak sebagai bahan melakukan unjuk rasa. Termasuk angka kemiskinan yang bertambah sejak Nurdin Basirun menjabat Gubernur.”Penyerapan APBD yang rendah membuktikan pejabat yang diangkat tidak layak dan tidak pantas menjabat.”tegas Cory.

Pihaknya juga akan mengawal rencana interpelasi yang disuarakan DPRD Kepri.”Kita akan kawal dan terus monitor perkembangan hak interpelasi yang diwacanakan DPRD Kepri.”ucapnya.

Kepri ini, lanjut Cory, milik masyarakat Kepri.” Jadi, mari kita bersama-sama membangun Kepri.”ujarnya.

Setidaknya, masih kata Cory, tim FKMPK menemukan 36 item persoalan yang menjadi keprihatinan.”Ini kita kupas nanti di 11 Maret dalam diskusi. Berbagai contoh keprihatinan itu seperti indeks kebahagiaan kita yang turun dari rangking 1 menjadi rangking 7, pertumbuhan ekonomi yg menurun drastis dari 5,5 % menjadi 2 %, angka kesempatan kerja yang semakin kecil, kemiskinan bertambah, IPM tidak naik, dan kesenjangan sosial semakin lebar. Ini menurut kami menunjukkan bahwa Gubernur yang sekarang gagal membawa Kepri ke arah yang lebih baik.”pungkasnya.

Hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumlai pihak terkait di Pemprov Kepri guna konfirmasi dan klarifikasi.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Rab 07 Mar 2018. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek