| | 963 kali dibaca

ENJ, Program Peningkatan Wawasan Kemaritiman Genenerasi Muda

Peserta ENJ saat berada di Midai, Natuna.

Peserta ENJ saat berada di Midai, Natuna.

Midai, Radar Kepri-Negara  Indonesia Republik Indonesia merupakan negara kepulaun yang hampir sebagian besar penduduk di pulau-pulau terdepan dan terpencil masih miskin, terbatas dalam bidang pendidikan, kesehatan, informasi dan harga bahan pokok yang relative mahal serta ketertinggalan pembangunan dari wilayah sekitarnya. Salah satu penyebab kemiskinan tersebut adalah keterbatasan jangkauan pulau-pulau terpencil terhadap akses informasi dan logistic yang terpisah oleh bentangan laut yang sangat luas.

Pulau-pulau terdepan dan terpencil tersebut merupakan garda terdepan NKRI sebagai negara maritim yang perlu terus diperkuat perkembangan dan kemajuannya, serta harus segera meninggalkan ketertinggalan yang masih melekat. Untuk itu, perlu kita ingat kembali penekanan Presiden Ir. H. Joko Widodo pada pidato kenegaraan pertamanya usai dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia menyatakan “Kita harus bekerja dengan sekeras- kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita.

Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, memunggungi selat dan teluk. Kini saat kita mengembalikan semua sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana. Terkait dengan upaya untuk memperkuat Indonesia sebagai negara maritim, Pemerintah Indonesia telah mencetuskan Nawa Cita 1 yakni: Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya, dan pembangunan ketahanan negara Tri Matra Terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri bangsa sebagai bangsa maritim; dan Nawa Cita 3 yakni: Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Penyerahan buku pada sebuah sekolah di Midai oleh ENJ.

Penyerahan buku pada sebuah sekolah di Midai oleh ENJ.

Ekspedisi Nusantara Jaya adalah program dari Kementerian Bidang Koordinator Maritim dan Sumber Daya Republik Indonesia. Rezzy Eko Caraka Pria kelahiran Tanjung Balai Karimun, 27 January 1994  ini merupakan salah satu pemuda berprestasi di Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Rezzy bersama 18 Pemuda/I yang berasal dari dari Batam, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Malang, dan Medan terpilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk melakukan pengabdian di Pulau Midai Kecamatan Natuna pada September 2016. Program tersebut adalah “Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ)”.  Program ini memiliki tujuan “Meningkatkan Wawasan Kemaritiman Generasi Muda dan Merajut Pulau-Pulau Terluar  Wilayah Republik Indonesia.”

Menurut Badan Pusat Statistika (BPS) Kecamatan Midai, Natuna terletak diantara 020 58’ 16’’ – 030 01’ 18’’ lintang utara dan 1070 44’ 50’’- 1070 48’ 54’’ Bujur Timur.Pulau Midai memiliki luas wilayah 26,94 km2 . Secara geografis sebelah utara berbatasan dengan kecamatan pulau tiga, sebelah selatan berbatasan dengan laut cina selatan , sebelah barat berbatasan dengan kecamatan siantan, dan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan subi. Untuk mencapai pulau ini hanya bisa menggunakan transportasi laut yang jadwal tersebut hanya ada pada 1 minggu sekali dan dapat ditempuh dari pelabuhan kijang dengan menaiki Kapal dan bermalam 2 hari 2 malam di kapal. Secara administrasi, Pulau Midai memiliki 6 Desa/Kelurahan diantaranya adalah Sebelat, Batu Belanak, Sabang Barat, Gunung Jambar, Air Putih, dan Air kumpai.

Jumlah penduduk di Pulau Midai pada tahun 2015 berjumlah 5138 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 2567 jiwa dan penduduk perempuan 2567 jiwa. Penduduk Pulau Midai mayoritas merupakang pedagang, petani cengkeh, penghasil kopra, gamat dan merupakan nelayan.

Pada aspek pendidikan, Kecamatan Midai memiliki 7 Sekolah Dasar/sederajat, 2 SMP/sederajat, dan 2 SMA/sederajat. Pada kegiatan tersebut tim Ekspedisi Nusantara Jaya Kepri 2016 telah mendistribusikan lebih dari 1500 buku yang diberikan secara sukarela oleh Gramedia, Universitas Internasional Batam dan donator untuk beberapa SD,SMP,SMA. Tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) Kepri 2016 juga telah membuat taman baca di pulau midai.

Selain itu, Tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) Kepri 2016 melakukan kegiatan sosial bersih-bersih pantai bersama masyarakat pulau midai dan memberikan pengetahuan tentang sampah organic dan anorganic. Setela melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai, masyarakat midai yang berpartisipasi pada kegiatan tersebut bisa memilih baju layak pakai yang telah disediakan oleh Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) Kepri 2016.

Pulau Midai menawarkan keindahan alam yang luar biasa, terdapat banyak pantai indah yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melakukan liburan keluarga atau anak-anak bermain bola ketika sore hari sambil menikmati langit senja.(red)

Ditulis Oleh Pada Jum 14 Okt 2016. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek