' '
| | 2.694 kali dibaca

Empat Pasangan Mesum di Tangkap di Wisma Jl Tambak

Wanita berpakain mini yang terjaring razia gabungan Satpol PP Pemko Tanjungpinang.

Wanita berpakain mini yang terjaring razia gabungan Satpol PP Pemko Tanjungpinang, Sabtu (03/05) bersama pasangannya di Jl Tambak.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sebanyak 8 orang alias 4 pasangan yang diduga berbuat mesum ditangkap tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Tanjungpinang, Sabtu (03/05) dini hari. Empat pasangan ini ditangkap di dalam kamar wisma/hotel kelas melati dalam razia yang dipimpim Kepala Bidang Operasional (Kabid Ops) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tanjungpinang, Syafrizal.

Razia kali ini mengerahkan 30 orang personil anggotanya dengan menggunakan mobil Patroli dan dua mobil Avanzza yang back-up TNI/Polri. Sasaran utama memang wisma/hotel kelas melati. Namun tim juga menggelar razia sebuah warung internet (warnet) di wilayah hukum kota Tanjungpinang.

Empat pasangan mesum yang berhasil di gerebek berada di kamar wisma Sakura dan Wisma Sentosa Jl Tambak Tanjugpinang. Ke empat pasangan mesum tersebut, di gelandang kekantor Satpol PP Jl H Agus Salim Tepi Laut, kota Tanjungpinang.

Seperti biasa, ke empat pasangan ini hanya di data, di beri pengarahan agar tidak berbuat lagi, lalu di suruh pulang kerumahnya masing-masing tanpa dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

Kedelapan orang yang digelandang tersebut, berinisial SW (28), warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pasangannya, Nanang (30) warga Tanjungpinang. RL (27) dan pasanganya IK (40) warga Kalimantan Barat (Kalbar), kemudian Ange alias Causiang, (49) dengan pasangannya Epon (27), warga Cikampek, Jabar. Selanjutnya RS (40) warga Medan, Sumatera Utara dengan pasangan BN (41), warga Nusa Tenggara Timur. Sementara satu pasang yang ditangkap di sebuah kamar hotel Sakura, tidak di gelandang ke markas Satpol PP tanpa alasan jelas.

Kepala Bidang (Kabid) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tanjungpinang, Syafrizal dikonfirmasi Radar Kepri, usai menggelar razia asusila tersebut, mengatakan.”Razia ini kita lakukan hanya untuk mencegah nak-anak sekolah yang akan berbuat tidak senonoh.”terangnya.

Warga yang terjaring razia tim gabungan Satpol PP Pemko Tanjungpinang.

Warga yang terjaring razia tim gabungan Satpol PP Pemko Tanjungpinang ketika di data di kantor Satpol, Sabtu (03/05).

Ketika ditanya setelah sekitar satu tahun Satpol PP melakukan pencegahan, dan kapan melakukan penindakan terhadap pelanggar asusila, Syafrizal menjelaskan.”Untuk melakukan penindakan, kita mempunyai kelemahan, kelemahan kita adalah, belum mempunyai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Ada-pun PPNS kita 2 orang, belum mempunyai kewenangan untuk menyidik. Kini kita sudah menyekolahkan anggota 2 orang lagi untuk penyidik.”Jelasnya. Pantauan awak media ini dilapangan, masih banyak wisma yang tidak di geledah, termasuk warnet. Padahal banyak warnet yang  masih bebas melanggar jam operasional bahkan ada warnte yang beroperasi tanpa ijin.

Hanya warnet yang tidak ada nama di Jl Kemboja,  tepatnya di depan Wisma Saroja yang ditutup paksa petugas serta memperingatkan pemilik usaha warnet.”Kalau tidak salah Warnet ini sudah 3 kali diberi peringatan. Jika besok masih melanggar jam Operasi yang ditentukan. Maka Surat Izin Usahanya akan saya cabut.”gertak serorang petugas yang ikut razia.

Tidak jelas alasan Satpol PP tak kunjung menertibkan dan bertindak tegas terhadap seluruh warnet di Kota Tanjungpinang ini. Padahal, selain melanggar jam operasional, sejumlah warnet juga liar alias tak berijin. Diduga, warnet yang buka hingga dini hari itu telah menjadi lokasi tempat nonton situs porno dan menjadi ajang perjudian on line. Bahkan ter-indikasi beberapa warnet menjadi tempat transaksi narkoba.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 04 Mei 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek