' '
| | 1.336 kali dibaca

Eksekusi Pengosongan Lahan Milik Lantamal IV Berjalan Mulus

Inilah rumah Lenin dilahan Lantamal IV yang sedang dikosongkan.

Inilah rumah Lenin dilahan Lantamal IV yang sedang dikosongkan, Selasa (06/01).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sebuah rumah berukuran 20 meter x 20 meter yang ditempati mantan anggota Marinir Sersan Satu (sertu) Y Lenin M bersama istrinya Darmiati S di Jalan Rajawali RT 001/RW 008, kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang, Barat, Kota Tanjungpinang di robohkan Lantamal IV Tanjungpinang, karena lokasi bangunan berada dilahan milik aset Lantamal, Selasa (06/01).

Eksekusi pengosongan lahan dikawal sejumlah anggota TNI AL dipimpin langsung Wakil Komandan (Wadan) Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel AL Wahyudi HD. Eksekusi berjalan mulus karena tidak ada perlawanan dari yang menempati lahan tersebut.

Wadan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Wahyudi HD, di konfirmasi awak media ini dilokasi eksekusi saat melaksanakan kegiatan terkait dengan pelaksanaan eksekusi mengatakan.”Sebelum kita melakukan eksekusi ini, kita sudah memberikan sebanyak tiga kali surat teguran, agar lahan ini dikosongkan. Karena lahan ini aset Lantama IV Tanjungpinang.”katanya.

Kemudian lanjut Kolonel Wahyudi HD.”Dulunya pak Lenin dan keluarga, memohon kepada institusi untuk menempati lahan ini untuk berjualan. Karena pak Lenin juga mantan anggota, kita kita perbolehkan untuk pinjam pakai. Namun setelah berjalan beberapa lama, pak Lenin dan keluarganya ingin menguasai lahan ini. Itu-kan tidak boleh, ini aset negara.”terangnya.

Ditegaskan Wadanlanal, penertiban aset-aset milik TNI ini.”Bukan  hanya di Tanjungpinang saja, tapi diseluruh Indonesia. Pihak TNI menertibkan lahan aset Negara, terutama tanah.”terang lelaki yang menyandang 3 melati ini.

Dilanjutkan Kolonel Wahyudi.”Kita cukup toleransi, sebelum kita menyuruh agar dikosongkan lahan ini. Kita sudah memberikan keluarga pak Lenin rumah tempat tinggal di mess, Namun palenin masih tetap mempertahankan lahan ini, bukan kita usir begitu saja, tidak.”ujar Kolonel Wahyudi.

Ketika ditanya, mengapa tidak menunggu putusan pengadilan, Letkol Wahyudi HD menambahkan.”Ini tidak melalui proses pengadilan, karena ini, masalah internal TNI AL.”tutup Kolonel Wahyudi HD.

Lenin dan istrinya menjelaskan asal-usul kepemilikan tanah yang dibelinya ternyata berada di atas tanah milik Lantamal IV Tanjungpinang.

Lenin dan istrinya menjelaskan asal-usul kepemilikan tanah yang dibelinya, ternyata lahan berada di atas tanah milik Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (06/01)

Sebelumnya, pensiunan TNI AL yang menempati lahan tersebut, Y Lenin M didampingi istrinya di konfirmasi awak media ini dilokasi yang sama, terkait dengan lahan yang ditempatinya, mengatakan.”Dulunya pada tahun 2003 kami mengajukan surat permohonan kepada instansi AL. Untuk meminjam pakai lahan ini. Kebetulan kami diperbolehkan, untuk menempati lahan ini untuk berjualan Catering, setelah berjualan beberapa lama. Datang pihak yang mengaku pemilik lahan, yang bernama Ana Yohana Kekuang istri pak Bejo dulunya berpangkat perwira.”kata Lenin.

Kemudian lanjut Lenin.”Terjadi pertengkaran, karena ibu Ana Yohana Kekuang, yang akrab disapa ibu Ana itu, mengklaim bahwa ini tanahnya, sambil menunjukan surat alasak miliknya.”bebernya.

Pendek cerita, lanut Lenin.”Saya menawar tanah ini untuk dibeli. Ibu Ana menjual kepada saya dengan cara dicicil, berupa beras dan uang. Selama satu tahun tanah ini lunas dengan menjual sepeda motor merek honda grand,”jelas Lenin.

Kemudian Lenin menggadaikan SK-nya ke Bank BRI, uang hasil gadai digunakan untuk membangun, ketika itu tidak ada teguran apa-apa dari komando.”Tapi tiba-tiba pihak komando menyuruh kami untuk mengosongkan lahan ini tanpa proses hukum. Jika, tanpa putusan pengadilan, lahan ini harus dikosongkan. Makanya saya siap mengosongkan lahan ini. Tapi jika tidak, saya meminta ke adilan pada KASAL maupun pemerintah. Negara kita-kan Negara hukum. Lakukan dong proses hukum.”katanya sambil meneteskan air mata.

Pantauan awak media ini di lokasi lahan yang di eksekusi tersebut, sepanjang jalan Sulaiman Abdullah, ditutup dengan mobil Patroli Pomal, sebuah mobil truck Marinir, puluhan anggota marinir menjaga dan membongkar atap seng rumah yang di eksekusi tersebut.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 06 Jan 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek